Manfaat Minyak Zaitun
manfaat minyak zaitun
(c) Hasmi Indonesia via Google Images
Kandungan lain yang juga terdapat dalam minyak zaitun adalah Vitamin E, fungsinya untuk kesehatan maupun kecantikan adalah merawat rambut agar lebih sehat karena terus mendapat suplai nutrisi dari luar.
Berikut ini khasiat minyak zaitun bagi kesehatan dan kecantikan:
1. Merawat kulit
Kulit adalah bagian tubuh terluar yang memiliki risiko tertinggi mengalami kerusakan akibat terpaan banyak bakteri maupun unsur lain seperti kulit kering, kusam dan keriput lebih cepat.
Untuk mencegah masalah tersebut Anda harus melakukan perawatan kulit secara rutin agar beragam masalah yang menimpa kulit jadi terminimalisir risikonya. Cara yang paling mudah yaitu mengoleskan minyak zaitun sebelum beraktivitas dan menjelang tidur malam.
Salah satu tujuan memakai minyak zaitun sebelum beraktivitas adalah mengurangi dampak buruk pada kulit akibat terpapar sinar matahari. Di samping itu kulit akan teras lebih segar, kencang, halus dan lembut.
2. Mengatasi Wajah Berminyak
Berlebihnya jumlah minyak pada wajah dapat memperburuk penampilan seseorang, oleh sebab itu sangat penting mencari solusi sehat agar tidak lagi mengalami masalah tersebut.
Langkah utama yang bisa Anda coba adalah menggunakan masker yang terbuat dari campuran minyak zaitun dan bubuk cendana. Kalau bisa lakukan saat wajah terasa lelah, biarkan masker menempel 15 menit lamanya. Terakhir basuh wajah untuk mengangkat masker menggunakan air dingin, keringkan wajah menggunakan tisu atau tepuk-tepuk menggunakan telapak tangan.
3. Mengangkat Kotoran Di Wajah
Jika Anda adalah pegawai yang ditugaskan untuk selalu bekerja di luar ruangan, pastikan agar memberikan perlindungan lebih terhadap kesehatan, khususnya kulit.
Gunakanlah minyak zaitun sehabis melawan teriknya matahari. Pertama basuh wajah menggunakan air hangat atau uapkan dengan air yang sedang didihkan, tujuannya agar pori-pori wajah terbuka. Setelah itu oleskan minyak zaitun pada kulit wajah secara merata, diamkan selama 5 menit. Jika sudah bersihkan wajah menggunakan air hangat, terakhir bilas lagi dengan air dingin agar kotoran yang telah keluar tidak masuk lagi karena pori-pori wajah mengecil.
4. Merawat Rambut
Anda bisa mengkombinasikan antara ekstrak buah zaitun dengan madu yang dipercaya para ahli kecantikan sebagai bahan herbal untuk merawat rambut dari berbagai macam kerusakan.
Mengembangkan Rambut: Siapkan sebuah mangkuk kosong, pecahkan dua butir telur dan masukkan pada mangkuk, setelah itu kocok dengan sendok. Tambahkan satu cangkir minyak zaitun pada mangkok tadi, diamkan selama 2 menit agar kalis. Setelah itu balurkan campuran bahan ini pada akar hingga ujung rambut. Diamkan 10 menit setelah itu keramas pakai shampo.
Memanjangkan Rambut: Tumbuk biji lemon dan lada, campur keduanya kedalam dua sendok makan minyak zaitun. Basuh perlahan pada kulit kepala secara merata, diamkan 20 menit lamanya kemudian cuci menggunakan shampo.
Merawat Kerusakan Rambut: Masukkan material alami seperti minyak zaitun, kelopak bunga mawar atau ekstrak melati ke dalam botol. Tutup dan diamkan minimal 24 jam. Jika sudah, basahi rambut menggunakan air panas agar pori-pori sedikit terbuka. Oleskan minyak zaitun pada kulit kepala, pijat beberapa saat barulah keramas.
Manfaat Minyak Zaitun Bagi Kesehatan
Jika minyak zaitun lebih Anda pilih untuk memelihara kesehatan tubuh, Anda bisa menggunakan minyak zaitun sebagai pengganti minyak goreng biasa karena hasil masakan yang dihasilkan akan menyehatkan.
Beberapa khasiat dari minyak zaitun jika digunakan secara internal bagi kesehatan adalah sebagai berikut:
Mencegah penyakit jantung dan stroke.
Membunuh sel kanker.
Mengurangi dan memulihkan radang sendi.
Menjaga kepadatan tulang sehingga tidak terserang osteoporosis.
Menurunkan kadar glukosa dalam darah.
Mendetoksifikasi molekul yang tidak seimbang dengan kata lain sebagai penangkal radikal bebas.
Memperbaiki kualitas ASI.
Mengurangi terjadinya penyumbatan (Trombosis) juga penebalan (Arteriosklerosis) pembuluh darah.
Membasmi kutu di rambut.
Mengurangi risiko terserang kanker rahim, colon, kulit dan lambung.
Menghindari terserang penyakit tukak lambung pada sistem pencernaan.
Menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL).
Mengurangi efek negatif dari penggunaan obat-obatan penurun tekanan darah.
Mengurangi angka kematian jika rutin konsumsi minyak zaitun.
Mengobati penyakit wasir, caranya:
Siapkan satu sendok makan minyak zaitun (extra virgin), kemudian campurkan dengan bubuk habbatussauda secukupnya. Ratakan, minum sehari 3 kali, selama satu pekan. Manfaat minyak zaitun untuk mengobati wasir ini diminum sebelum makan.
Rabu, 04 Maret 2015
sejarah tradisi islam dinusantara
SEJARAH TRADISI ISLAM NUSANTARA
1. Pengertian seni budaya lokal
a. Pengertian seni
Seni adalah bentuk imajinasi manusia secara kreatif untuk menikmati kehidupan. Atau dapat juga didefinisikan sebagai hasil ciptaan manusia yang mengandung unsur indah, lembut, halus, serta memesona. Indah di lihat, indah dipandang, dan indah pula bila dihayati atau dirasakan.
Kesenian dapat dibagi menjadi lima kategori, sbb:
1) Seni rupa meliputi seni lukis, seni patung, seni dekorasi, dan seni pahat.
2) Seni sastra meliputi novel, cerita pendek, puisi
3) Seni suara meliputi music, seni calung, seni wayang
4) Seni drama meliputi ketoprak, dan sandiwara
5) Seni gerak meliputi seni tari, pencak silat, loncat indah, dsb
b. Pengertian budaya lokal dan ciri-cirinya
Budaya lokal adalah budaya asli suatu kelompok masyarakat tertentu. Menurut J.W. Ajawalia, budaya lokal adalah ciri khas budaya sebuah kelompok masyarakat lokal.
Misalnya: budaya masyarakat pedalaman sunda (Baduy), budaya nyangku dipanjalu Ciamis, budaya seren taun di Cicadas.
Cirri khas budaya tersebut meruparkan kebiasaan yang diwariskan secara turun-temurun, meskipun ditengah-tengah perkembangannya mengalami perubahan nilai. Perubahan dimaksud diakibatkan beberapa hal, misalnya percepatan migrasi dan penyebaran media komunikasi secara global sehingga tidak ada budaya local suatu kelompok masyarakat yang masih sedemikian asli atau karena masyarakat sudah tidak memperhatikan lagi budaya local tersebut.
Misalnya : rumah manusia selalu mengalami perubahan (bentuk, gaya, dsb) tetapi tempat tinggal burung (sunda: sayang manuk ) atau hewan lainnya tetap tidak megalami perubahan.
Cirri budaya local dapat dikenal dalam bentuk kelembagaan social merupakan ikatan social bersama di antara anggota-anggota masyarakat.
2. Seni budaya pra-Islam
Produk seni budaya pra-Islam dapat dibedakan dalam kategori kurun waktu, yakni: seni budaya yang berasal dari masa prasejarah, masa kontak dengan tradisi besar hindu, dan seni budaya etnik lokal yang masih ada sekarang, yang di asumsikan berakar jauh kemasa lampau.
Dari kkurun prasejarah, kehidupan seni budaya ditandai oleh pendirian monument-monumen seremonial, baik berukuran kecil, sedang, maupun besar, yakni berupa peninggalan yang dibuat dari susunan batu.
Contoh : teras piramida, seperti terdapat di gunung padang (cianjur, sukabumi), cibalay dan kramat kasang (ciampea, bogor)
3. Islam dan seni budaya lokal
Dalam penyebaran agama Islam di Indonesia, kedudukan seni dan budaya mempunyai peran yang cukup penting di dalamnya. Berkaitan dengan itu, maka tidak aneh para ulama zaman dahulu begitu luas pengetahuannya. Ia tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga menguasai ilmu seni dan budaya. Kehidupan didunia pesantren bukanlah hal baru. Dibacakannya Kasidah Barjanji yang berkisah tentang keagungan Nabi Muhammad Saw. Merupakan salah satu contoh dari sekian karya sastra yang ditulis kalangan ulama pada zamannya.
4. Integrasi Islam dalam budaya lokal
Islam di kawasan kepulauan nusantara sesungguhnya telah berkembang dengan pesat karena proses akulturasi budaya lokal. Integrasi pemikiran islam selalu di sesuaikan dengan kekhasan budaya lokal. Dalam konteks ini, dakwah Islamiyah selalu melihat lingkungan sosial budaya dengan kacamata kearifan. Kemampuan adaptasi ini merupakan kecerdasan sosial, intelektual, dan spiritual yang dimiliki oleh para ulama dahulu yang bertugas menyebarkan agama Islam.
Beberapa contoh penyebaran Islam di Nusantara dalam kaitannya dengan budaya lokal :
a. Jejak Islam di Majapahit
Keberadaan Islam di Majapahit dapat dilacak dari adanya makam Islam disejumlah tempat di situs Trowulon. Di antaranya puluhan nisan batu kuno di pemakaman Tralaya (Troloyo). Tralaya terletak di Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Trowulon, Mojokerto. Tralaya hanya 2 km arah selatan Desa Trowulon pusat petilasan kotaraja (ibu kota) Kerajaan Majapahit, atau sekitar 15 km arah barat daya ibu kota Kabupaten Mojokerto. Pada nisan-nisan ini terpahat tulisan Arab, di antaranya berbunyi “Laailaaha ‘ilallah Muhammadar Rasulullah”.
b. Islam dan pembentukan budaya banten
Budaya banten bisa di identifikasi dengan menelusuri produk-produk kesusastraan seperti naskah-naskah, babad, atau buku-buku keagamaan berbagai cerita rakyat yang masih hidup dalam ingatan masyarakat, yang dituturkan oleh kelompok suku di Banten, dan warisan budaya material (cultural heritage) dalam pengertian yang luas. Yang termasuk dalam kategori terakhir ini adalah karya-karya arsitektur, tekhnologi, kesenian, dan sebagainya.
Miksic (1986) memperlihatkan fase-fase pertumbuhan perkembangan budaya Banten dalam panggung sejarah, yang dapat digolongkan dalam beberapa fase berikut:
1) Fase pra-sunda (1400-1525)
2) Fase awal penyebaran Islam (1525-1619)
3) Fase keseimbangan kekuatan
4) Fase penguasaan VOC/ Belanda
5) Fase surut dan jatuhnya Kesultanan Banten
6) Fase Mutakhir.
c. Peradaban Islam Sunda
Beberap unsur peradaban yang diperkenalkan Islam kepada masyarakat sunda dapat kita ketahui dari Babad Banten dan Babad Cirebon, khususnya menyangkut kasus pembangunan dan pengembangan kota dan system pemerintahan. Dua kota tersebut (banten dan Cirebon) pada masa pra-Islam masih merupakan dua desa nelayan yang sangat tidak berarti. Namun setelah dibangun oleh kedua Raja Islam, Cirebon dan Banten, berkembang menjadi kota Metropolitan. Sebuah orientasi baru yang dipelopori oleh Sultan Cirebon dan Banten ialah mengubah peranan kota pelabuhan yang tidak berarti menjadi kota pusat perdagangan yang besar.
d. Islam dalam kehidupan masyarakat Jawa
Masyarakat tradisional memerlukan dan menciptakan berbagai mitos. Mitos berfungsi baik sebagai upaya legitimasi terhadap keadaan berkesinambungan yang tidak berubah (status quo), dan mungkin pula sebagai apologi kegagalan mereka mencapai keadaan yang dicita-citakan.
Beberapa contoh gambaran berbagai Mitos Jawa pada masa lalu, yang beberapa diantaranya masih relevan pada masa sekarang.
1) Banyak anak banyak rezeki
2) Makan atau tidak yang penting kumpul
3) Ratu Adil
4) Kharisma Kiai
e. Kebudayaan Islam Aceh
Pengamatan terhadap bukti-bukti Arkeologi di Aceh menunjukan bukti kuat bahwa budaya masyarakat wilayah tersebut tersebar luas di banyak wilayah Indonesia. Salah satu bukti penting dari hal tersebut adalah ditemukanya batu nisan aceh dibeberapa wilayah di Indonesia. Menarik diperhatikan, meski agak sedikit unik bahwa temuan batu nisan yang ada di luar Aceh disebut sebagai “batu Aceh” atau “nisan Aceh”, tidak di identifikasi berasal dari daerah mana batu nisan tersebut ditemukan. Hal ini disebabkan penyebaran batu nisan Aceh merupakan salah satu bentuk budaya, dimana kemajuan kebudayaan Aceh telah di serap kelompok masyarakat non-Aceh.
Beberapa bentuk Nisan Aceh :
Nisan merupakan salah satu bagian atribut pemakaman Islam. Dalam system pemakaman ini, aspek penting yang menjadi perhatian utama kajian arkeologis adalah bentuk dan arsitektur makam.
a) Bentuk gabungan sayap-bucrane
b) Bentuk persegi panjang dengan hiasan kepala kerbau
c) Bentuk bundar (Silindrik)
5) Seni budaya lokal sebagai bagian dari tradisi Islam
Untuk strategi pengembangan Islam di Indonesia, kita perlu mempunyai visi ke depan. Karena budaya menyentuh seluruh aspek dan cara pandang, sikap hidup serta aktualisasinya dalam kehidupan manusia. Jika demikian, jelaslah perjalanan sejarah hubungan antara Islam sebagai agama dan budaya lokal yang melingkupinya serta adanya landasan hukum. Selain itu gerakan cultural lebih integrative dan massal sifatnya.sehubungan dengan hal ini kita patut mencontoh Sunan Kalijaga dalam menyebarkan Islam di Tanah Jawa.
6) Pandangan Islam terhadap budaya lokal
Islam adalah agama yang berkarakteristik universal, dengan pandangan hidup (weltanchaung) mengenai persamaan, keadilan, takaful, kebebasan, dan kehormatan serta memiliki konsep yang humanistic (kemanusiaan) sebagai nilai inti (core value) dari seluruh ajaran Islam. Bukti bahwa Islam memiliki toleransi terhadap budaya lokal adalah terlihat ketika Budhha masuk ke Indonesia dengan membawa stupa. Islam tidak memindahkan simbol-simbol tersebut. Islam membawa bentuk kubah meski kini sudah ada penyesuaian bentuk.
Dalam hal penggunaan istilah-istilah yang di adopsi dari Islam, tentunya perlu membedakan mana yang “arabisasi” mana yang “islamisasi”.
* Begitu pula pengunaan kata salat sebagai ganti dari sembahyang (berasal dari kata ‘nyembah sang Hyang) adalah proses islamisasi bukannya arabisasi. Makna substansial dari salat mencakup dimensi individual-komunal dan dimensi peribumisasi nilai-nilai substansial ini ke alam nyata.
* Adalah naïf juga mengganti salam Islam “Assalamu’alaikum” dengan “ dengan “selamat pagi, siang, sore, maupun malam”. Sebab esensi do’a dan penghormatan yang terkandung dalam salam tidak terdapat dalam ucapan “selamat pagi” yang cenderung basa basi, selain salam itu sendiri memang di anjurkan oleh Allah swt. dan rasulnya.
Sejauh ini Islam di Indonesia dinilai lebih toleran terhadap budaya. Akibatnya, keislaman di Indonesia berbeda dengan yang berkembang di “pusat” pertumbuhan Islam. Kondisi ini memang menimbulkan banyak kesalahpahaman. Bagi sebagian pengamat, Indonesia di kategorikan sebagai “Islam yang jelek”. Kategori ini mendorong Nikki Keddie untuk meneliti sejauh mana perbedaan Islam yang berkembang di timur tengah dengan di Asia tenggara (Indonesia). Penelitian Keddie menemukan bahwa pada dasarnya Islam yang berkembang di Timur tengah tidak semuanya anti terhadap budaya lokal (budaya mistik). Di Kairo dan beberapa tempat lain didapatkan gejala yang serupa dengan di Asia tenggara (2000). Berarti islam yang bercampur dengan budaya local tidak khas si Indonesia, dan tidak menunjukkan sebagai islam yang jelek. Dalam konteks tradisi Islam dalam kekhalifahan Fatimiah di Mesir (abad ke-3/4 M), mistisisme sebagaimana di Indonesia juga berkembang luas.
Respons Al Qur’an bermuara pada dua kemungkinan, yakni mengkritik atau mengonfirmasi budaya lokal tersebut. Kritik dilakukan sepanjang budaya tersebut menistakan kehormatan manusia. Konfirmasi dilakukan sepanjang budaya tersebut menistakan kehormatan manusia. Konfirmasi diberikan pada budaya yang sejalan dengan cita-cita kemanusiaan.
Imam Syatibi merumuskannya secara sistematis dalam maqoshid al-syari’ah (tujuan syariat) di antaranya, menjaga dan memelihara kepentingan dan kemaslahatan manusia dan syariat agama diberlakukan untuk dipahami dan dihayati manusia, jadi, hubungan agama dan budaya terjadi dalam bentuk kritik dan mendukung, tidak semua budaya ditolak lantaran berasal dari kreasi manusia.
7) Melestarikan seni budaya lokal
Tak dapat dipungkiri bahwa faktor kemajuan peradaban dunia sebagai bentuk kemajuan berfikir umat manusia, tak salah apabila disebut bahwa umat manusia dewasa ini telah dihadapkan pada situasi yang serba maju, dan pemikiran yang kritis. Kemajuan itu banyak mengakibatkan perubahan disegala bidang kehidupan individu, keluarga, masyarakat, bernegara, maupun berbangsa.
Banyak di antara masyarakat itu menerima perubahan peradaban sebagai sesuatu yang lumrah sebagai sebuah proses yang harus dijalani, dimaklumi, dan kehadirannya senantiasa menimbulkan berbagai perubahan dalam praktiknya. Akibatnya, memaksa masyarakat budaya, mau tak mau atau sadar atau tidak sadar dihadapkan pada situasi yang sulit antara menerima perubahan peradaban itu ( karena tidak ingin dianggap kolot) atau menolak perubahan itu kendati pun di anggap kuno.
Globalisasi, sudah menjadi takdir dan arus derasnya sulit untuk dibendung dengan alat apapun. Ke depan, sudah terbentang luas, dimanakah kita berada? Apakah kita termasuk kelompok yang habis-habisan memuja budaya barat, unsur dominan globalisasi? Atau kita menyatakan perang terbuka terhadap budaya barat..Akibanya kearifan lokal berada pada pilihan ketiga, tetapi sayang ini justru pilihan yang sepi, buktinya, berjuta-juta orang Indonesia berduyun-duyun menolak atau menerima pengaruh barat secara habis-habisan. Begitu pula pada saudara-saudara kita lainnya (suku-suku lain), seperti jawa, suku-suku di sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan lainnya.
Kita sebagai pelajar harus mengkaji ulang bertanya kepada diri kita sejauhmana kecintaan dalam melestarikan kebudayaan nasional kita agar tidak mengalami pendangkalan makna terhadap kebudayaan nasional kita. Karena perkembangan zaman secara langsung menggeser budaya-budaya lokal. Berbagai peralatan digital, sangat mempengaruhi kepunahan budaya lokal. Dulu jika ada orang menabuh lesung, semua warga langsung berbondong-bondong menuju sumber suara tersebut, dan mereka dengan sendirinya akan bergantian untk menabuh lesung, sementara warga yang tidak memukul lesung langsung bergabung dengan rekan-rekannya yang lain untuk mengerjakan sesuau yang bermanfaat.
Budaya lokal, menyimpan banyak pesan, yang sudah tentu mudah dicerna dan dipahami, dan pesan-pesan yang disampaikan itu juga, membuat para warga saling mengerti, memahami, dan taat kepada norma-norma, baik norma adat maupun norma agama.
B. APRESIASI TERHADAP TRADISI DAN UPACARA ADAT KESUKUAN NUSANTARA
1. Pengertian Tradisi
Tradisi adalah adat kebiasaan turun temurun (dari nenek moyang) yang masih dijalankan di masyarakat. Umumnya tradisi ini memiliki kekhususan atau keunikan. Keunikan tersebut biasanya menjadi daya tarik tersendiri. Salah satu contoh tradisi ialah tradisi Lisan. Tradisi lisan merupakan salah satu jenis warisan kebudayaan masyarakat setempat yang proses pewarisannya dilakukan secara lisan.
Macam-macam tradisi lisan :
a. Ceria rakyat (legenda cerita ken arok, si kabayan, sang kancil, sangkuriang dll)
b. Bahasa rakyat (logat, dialek, (sunda lentong)
c. Sajak atau puisi rakyat ( sajak biasa, sinom, asmarandana, dll)
d. Peribahasa rakyat (ungkapan tradisional) seperti ungkapan telur di ujung tanduk dan peribahasa lainnya.
e. Nyanyian rakyat (folksong) misalnya : Cing Cangkeling (sunda), Rambate rata (Sulsel), dll.
2. Agama, tradisi, dan budaya
Ada berbagai pemahaman mengenai tahun datangnya Islam ke wilayah Nusnatara, tetapi yang jelas ia datang setelah agama besar yang lain seperti Hindu, Budhha datang. Akan tetapi, Islam bisa memperluas pengaruhnya di kawasan ini dengan sangat luas dan mendalam dibanding dua agama sebelumnya. Selain karena Islam mengajarkan kesetaraan dan pembebasan, juga karena strategi penyebarannya. Islam disebarkan melalui perangkat budaya dan bahkan warisan agama lama yang masih ada, yang kemudian di-Islamisasi.
a. Pembentukan Islam Nusantara
Sebagaimana sering disinggung dalam buku sejarah bahwa Islam datang ke Nusantara disiarkan oleh para saudagar dari Gujarat dan Kurdistan, bahkan dari Champa dan Cina, bukan langsung dari arab. Kenyataan ini sering di salah artikan, dianggap Islam yang datang ke nusantara tidak murni bahkan dekaden, karena tercemar oleh berbagai tradisi yang dilalui.
Demikian pandangan menyesatkan dari para orientalis dan akademisi pada umumnya. Sebaliknya dalam pandangan kelompok Ahlus Sunnah, Islam yang datang ke Nusantara melalui berbagai Negara tersebut merupakan Islam yang sangat matang, Islam yang sangat sudah berpengalaman dalam menghadapi berbagai budaya dan tradisi yang dilewati seperti tradisi Persia, India, Cina dll. Sehingga ketika masuk ke Nusantara mereka bisa menyusun strategi dakwah yang pas. Karena itu, hampir tidak ada konflik dalam penyiaran agama, bahkan agama baru ini bisa diterima diberbagai pusat kekuasaan.
Dalam penyiaran agama yang pertama kali perlu dikenali terlebih dahulu adalah adat masyarakat setempat. Demikian menurut Syekh Abdurauf Sinkel (syah kuala) memberi nasihat kepada para santrinya. Hakim Agung pada masa Sultan Iskandar Muda (1907) itu memang ulama yang ahli dalam budaya.tradisi itu kemudian dikembangkan oleh para muridnya antara Syekh Burhanudin Ulakan dalam menyiarkan Islam di Minangkabau, dengan membiarkan tradisi berkembang walaupun tradisi mereka bertentangan dengan syariat. Dengan dalih bahwa yang menjadi target hanya kelompok mudanya, dengan metode bermain. Dengan strategi itu, Islam Ahlus Sunnah yang bermazdhab Syafi’i ini berkembang pesat diranah Pagaruyung itu. Berbeda dengan beberapa kawannya yang menolak nasihat gurunya akhirnya di usir warga dan gagal menyiarkan Islam.
Bahkan sebelum abad ke-15, ketika Sunan Bonang dan Sunan Drajat pergi hendak berguru ke Mekkah, ia bertemu dengan ayahnya Maulana Maghribi di Pasai, Aceh, setelah berguru disana dan ilmunya dianggap cukup disarankan pulang untuk berguru di Jawa saja. Karena justeru mengenal tradisi lebih penting menyiarkan Islam.
Demikian juga di Kalimantan, Syekh Arsyad Al Banjari menyiarkan Islam dengan penuh bijaksana, begitu pula dengan Syekh Abdus Shamad Al Palimbangi di Sumatera selatan
atau Syekh Khatib Sambas di Kalimantan Barat.
Strategi dan tradisi mereka relative sama karena antar Ulama Ahlus Sunnah itu memiliki jaringan yang sama dan mereka bahu-membahu dalam mengembangkan ajarannya.
Para wali di Jawa juga berusaha memperkenalkan Islam melalui jalur tradisi, contoh wayang yang merupakan bagian dari ritual bisa di ubah menjadi sarana dakwah dan pengenalan ajaran tauhid. Mereka merasa aman dengan hadirnya Islam, karena Islam hadir tanpa mengancam tradisi, budaya, dan posisi mereka.
Kita saksikan juga para wali dan ulama di Sulawesi dan di Maluku, mereka menulis berbagai gubahan syair, tidak hanya mengenai ajara Islam, tetapi juga tentang tradisi. Berbagai naskah di tulis untuk mendekatkan masyarakat dengan ajaran Islam. Bahkan ajran Islam disesuaikan dengan kondisi local, sehingga mereka merasa tidak asing. Setelah itu, diperkenalkan Islam yang sesungguhnya. Langkah strategis itu menunjukkan keberhasilan yag luar biasa, sehingga para pemeluk agaa lama bersedia pindah ke Islam, karena Islam melindungi bahkan turut memajukan tradisi mereka.
Tradisi ini bukan tanpa pembenaran dari pusat Islam di Makkah. Dalam kenyataannya para ulama Nusantara banyak belajar dan bahkan mukim di Tanah suci. Mereka menjadi Imam dan syekh yang sangat terhormat di Haramaian, sehingga di datangi santri dari seluruh penjuru dunia. Dengan demikian, mereka tidak lupa mengemban tugas menjaga kelestarian Islam Nusantara. Setelah para santri belajar dengan berbagai ulama disana, mereka menyepuhkan (mematangkan) ilmunya dengan para ulama Nusantara, sehingga ketika kembali ke Nusantara tidak berbenturan dengan umat dan tradisi yang ada.
Para Alumni Mekah itu kemudian kembali membuat jaringan Islam Nusantara, mereka saling mengarang kitab dan saling mengajarkan di pesantren masing-masing. Misalnya kitab karangan Syekh Burhanuddin Ar-Raniri dikembangkan oleh Syekh Arsyad Al Bajari, kemudian kitab itu dicetak secara luas oleh Syekh Salim Al Fathani di Mekkah, dan di ajarkan pada muridnya di Patani, Brunei, Malaysia, dan Filipina.
b. Pemangku Islam Nusantara
Tradisi keagamaan dan keilmuan Nusantara itu dikembangkan di pesantren yang ada di Nusantara. Melalui jaringan keulamaan dan kepesantrenan itulah tradisi Islam Nusantara dikembangkan. Langkah ini membuat seluruh masyarakat Nusantara menjadi pendukung tradisi Islam Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang bermazdhab empat. Kalangan ini tidak ekslusif dan pasif. Terbukti ketika Portugis, Belanda, dan Inggris datang menjajah kawasan ini dengan system pendidikan Eropa dengan merongrong pendidikan lokal, maka kalangan Ulama pesantren dengan tegas mempertahankan system pendidikan mereka sendiri. Pesantren bersikap non-kooperatif, menolak segala bentuk kerja sama dengan kolonial untuk melegitimasi penjajahannya. Dari pendidikan pesantren itulah jaringan keilmuan Nusantara berkembang semakin intensif, sehingga bisa mengatasi segala tekanan kolonial, bahkan akhirya bisa menjadi basis perlawanan terhadap penjajahan.
Untuk merespon berbagai perkembangan yang ada di masyarakat, baik karena berkembangnya tingkat pemikiran masyarakat, adanya pengaruh kuat dan kebangkitan nasional, maupun menghadapi tantangan kolonialisme, kalangan pemangku Islam Nusantara yang lekat dengan tradisi ini berkembang secara luas di kawasan Nusantara dan Indonesia khususnya, menghimpun diri dalam berbagai organisasi.
§ Masyarakat Islam Sumatera Barat mendirikan Persatuan Tarbiyah, masyarakat Aceh,
§ Sumatera Utara mendirikan Al Washilah
§ Masyarakat Jawa mendirikan Nahdlatul Ulama,
§ Masyarakat Sulawesi mendirikan Darud Dakwah wal Irsyad
§ Masyarakat Nusa Tenggara mendirikan Nahdlatul Wathon
§ Masyarakat Sulawesi-Maluku mendirikan Al Akhirat, dan masih banyak lagi
Mereka itulah pendukung dan penyangga Islam Nusantara yang militan hingga saat ini. Penghimpunan ini penting terutama oleh Wahabi yang menguasai Mekkah tahun 1924-1925 mengusir mukmin Nusantara yang ada di Mekah. Kelompok ini tercerai-berai sehingga mereka terpaksa sebagian kembali ke tanah air dan menghimpun dalam bentuk organisasi untuk mempertahankan paham keagamaan mereka.
Islam jenis ini tidak hanya membawa keamanan, tetapi turut memberikan kontribusi besar bagi tumbuhnya peradaban Nusantara. Berbagai seni Arsitektur, seni sastra (filsafat), budaya, dan berbagai ekspresi kebudayaan yang lain. Ekspresi keislaman ini yang membedakan keislaman Nusantara ini yang membedakan keislaman Nusantara dengan Islam di timur tengah dan Islam Maghribi pada umumnya.
Beginilah kondisi Islam Nusantara sebagaimana dirintis dan dikembangkan oleh wali dan para ulama terdahulu, penting untuk dikukuhkan kembali agar Islam kembali menjadi agama yang dekat dan akrab dengan masyarakat Nusantara. Selain itu, system pendidikan pesantren yang merupakan system pendidikan khas Nusantara merupakan system pendidikan paling penting dalam proses ini. Dengan adanya pondok pesantren, maka Islam Nusantara tetap berkembang. Di pesantren itulah nilai-nilai kesusastraan diwariskan dan di ajarkan. Hingga saat ini, hanya di pesantren syalaf yang tetap mengajarkan berbagai kitab klasik (kitab kuning) dan melahirkan ulama-ulama besar. System ini tidak bisa digantikan oleh pendidikan modern seperti sekolah.
c. Karakter Dasar Islam Nusantara
Islam nusantara disebut sebagai sesuatu yang unik karena memiliki karakter khas yang membedakan Islam di daerah lain, karena perbedaan sejarah dan perbedaan latar belakang geografis dan latar belakang budaya yang dipijaknya. Selain itu, Islam yang datang kesini juga memiliki strategi dan kesiapan tersendiri.
§ Pertama, Islam datang dengan mempertimbangkan tradisi, tidak dilawan tetapi mencoba diapresiasi kemudian dijadikan sarana pengembangan Islam
§ Kedua, Islam datang tidak mengusik agama atau kepercayaan apapun, sehingga bisa hidup berdampingan dengan mereka
§ Ketiga, Islam datang memilih tradisi dan diterima sebagai agama
§ Ke empat, Islam menjadi agama yang mentradisi, sehingga orang tidak bisa meninggalkan Islam dalam kehidupan mereka.
d. Makna Keberadaan Islam Nusantara
Hadirnya Islam Nusantara ini memiliki pengaruh besar dan mendalam terhadap kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Ditandai antara lain,
§ Pertama, dengan kuatnya hubungan agama dengan tradisi dan bumi yang dipijak (tanah air) maka sejak awal Islam ini gigih menolak kehadiran imperialisme atau penjajahan bangsa asing.
§ Kedua, sejak awal Islam Nusantara turut aktif dalam membela kemerdekaan, mendirikan Negara termasuk ikut menyusun konstitusi yang bersifat nasional dan tetap berpijak pada agama dan tradisi, sehingga lahirlah Pancasila sebagai konsesus bersama menjelang bangsa ini merdeka.
§ Ketiga, dengan kecintaannya pada tradisi dan tanah air, Islam terbukti dalam sejarah tidak pernah memberontak terhadap pemerintah yang sah, karena pemberontakan ini di anggap penghianatan terhadap Negara yang telah di bangun bersama.
Salah satu kekuatan tradisi Sunni di Nusantara adalah kemampuannya membentuk Islam berkarakter moderat, toleran, dan akomodatif terhadap kebudayaan lokal. Seperti ditunjukkan pada kemunculan kesultanan Islam pertama di Indonesia, Pasai yang berkultur syi’ah hingga kehadiran wali songo di Jawa.
Hal inilah yang di lakukan oleh Syekh Burhanuddin Ulakan yang memperkenalkan tradisi “tabut” (perayaan asyura) dan “basapa” (berjalan) di pesisir barat Sumatera abad ke-17. Sementaran Syekh Jalaludin Al Aidid memperkenalkan tradisi “maudu lompoa” (Maulid Nabi yang agung) di daerah Makasar (kini di Cikoang, Takalar) pada abad ke-17.
Sementara di Bengkulu, perayaan Asyura’ ini dinamakan “tabot” berasal dari kata arab (tabut) yang secara harfiah berarti “kotak kayu” atau “peti”. Perayaan ini di gelar tabot tebuang (tabot terbuang). Seluruh tabot berkumpul dilapangan di arak menuju padang jati, dan berakhir di kompleks pemakaman umum karabela. Tempat ini menjadi lokasi acara ritual tabot terbuang karena disini dimakamkan Imam Senggolo (sebutan untuk Syekh Burhanuddin Ulakan), perintis tabot di Bengkulu. Kemudian bangunan tabot dibuang ke rawa-rawa yang berdampingan dengan makam, yang menandai berakhirnya segenap rangkaian upacara tabot. Syekh Burhanuddin wafat pada tahun 1680 dan dimakamkan di Ulakan, Pariaman. Ada pula yang menyebutnya di bengkulu. Peran beliau dilanjutkan oleh putera angkatnya, Syekh Abdurrahman dan Syekh Jalaludin.
1. Pengertian seni budaya lokal
a. Pengertian seni
Seni adalah bentuk imajinasi manusia secara kreatif untuk menikmati kehidupan. Atau dapat juga didefinisikan sebagai hasil ciptaan manusia yang mengandung unsur indah, lembut, halus, serta memesona. Indah di lihat, indah dipandang, dan indah pula bila dihayati atau dirasakan.
Kesenian dapat dibagi menjadi lima kategori, sbb:
1) Seni rupa meliputi seni lukis, seni patung, seni dekorasi, dan seni pahat.
2) Seni sastra meliputi novel, cerita pendek, puisi
3) Seni suara meliputi music, seni calung, seni wayang
4) Seni drama meliputi ketoprak, dan sandiwara
5) Seni gerak meliputi seni tari, pencak silat, loncat indah, dsb
b. Pengertian budaya lokal dan ciri-cirinya
Budaya lokal adalah budaya asli suatu kelompok masyarakat tertentu. Menurut J.W. Ajawalia, budaya lokal adalah ciri khas budaya sebuah kelompok masyarakat lokal.
Misalnya: budaya masyarakat pedalaman sunda (Baduy), budaya nyangku dipanjalu Ciamis, budaya seren taun di Cicadas.
Cirri khas budaya tersebut meruparkan kebiasaan yang diwariskan secara turun-temurun, meskipun ditengah-tengah perkembangannya mengalami perubahan nilai. Perubahan dimaksud diakibatkan beberapa hal, misalnya percepatan migrasi dan penyebaran media komunikasi secara global sehingga tidak ada budaya local suatu kelompok masyarakat yang masih sedemikian asli atau karena masyarakat sudah tidak memperhatikan lagi budaya local tersebut.
Misalnya : rumah manusia selalu mengalami perubahan (bentuk, gaya, dsb) tetapi tempat tinggal burung (sunda: sayang manuk ) atau hewan lainnya tetap tidak megalami perubahan.
Cirri budaya local dapat dikenal dalam bentuk kelembagaan social merupakan ikatan social bersama di antara anggota-anggota masyarakat.
2. Seni budaya pra-Islam
Produk seni budaya pra-Islam dapat dibedakan dalam kategori kurun waktu, yakni: seni budaya yang berasal dari masa prasejarah, masa kontak dengan tradisi besar hindu, dan seni budaya etnik lokal yang masih ada sekarang, yang di asumsikan berakar jauh kemasa lampau.
Dari kkurun prasejarah, kehidupan seni budaya ditandai oleh pendirian monument-monumen seremonial, baik berukuran kecil, sedang, maupun besar, yakni berupa peninggalan yang dibuat dari susunan batu.
Contoh : teras piramida, seperti terdapat di gunung padang (cianjur, sukabumi), cibalay dan kramat kasang (ciampea, bogor)
3. Islam dan seni budaya lokal
Dalam penyebaran agama Islam di Indonesia, kedudukan seni dan budaya mempunyai peran yang cukup penting di dalamnya. Berkaitan dengan itu, maka tidak aneh para ulama zaman dahulu begitu luas pengetahuannya. Ia tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga menguasai ilmu seni dan budaya. Kehidupan didunia pesantren bukanlah hal baru. Dibacakannya Kasidah Barjanji yang berkisah tentang keagungan Nabi Muhammad Saw. Merupakan salah satu contoh dari sekian karya sastra yang ditulis kalangan ulama pada zamannya.
4. Integrasi Islam dalam budaya lokal
Islam di kawasan kepulauan nusantara sesungguhnya telah berkembang dengan pesat karena proses akulturasi budaya lokal. Integrasi pemikiran islam selalu di sesuaikan dengan kekhasan budaya lokal. Dalam konteks ini, dakwah Islamiyah selalu melihat lingkungan sosial budaya dengan kacamata kearifan. Kemampuan adaptasi ini merupakan kecerdasan sosial, intelektual, dan spiritual yang dimiliki oleh para ulama dahulu yang bertugas menyebarkan agama Islam.
Beberapa contoh penyebaran Islam di Nusantara dalam kaitannya dengan budaya lokal :
a. Jejak Islam di Majapahit
Keberadaan Islam di Majapahit dapat dilacak dari adanya makam Islam disejumlah tempat di situs Trowulon. Di antaranya puluhan nisan batu kuno di pemakaman Tralaya (Troloyo). Tralaya terletak di Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Trowulon, Mojokerto. Tralaya hanya 2 km arah selatan Desa Trowulon pusat petilasan kotaraja (ibu kota) Kerajaan Majapahit, atau sekitar 15 km arah barat daya ibu kota Kabupaten Mojokerto. Pada nisan-nisan ini terpahat tulisan Arab, di antaranya berbunyi “Laailaaha ‘ilallah Muhammadar Rasulullah”.
b. Islam dan pembentukan budaya banten
Budaya banten bisa di identifikasi dengan menelusuri produk-produk kesusastraan seperti naskah-naskah, babad, atau buku-buku keagamaan berbagai cerita rakyat yang masih hidup dalam ingatan masyarakat, yang dituturkan oleh kelompok suku di Banten, dan warisan budaya material (cultural heritage) dalam pengertian yang luas. Yang termasuk dalam kategori terakhir ini adalah karya-karya arsitektur, tekhnologi, kesenian, dan sebagainya.
Miksic (1986) memperlihatkan fase-fase pertumbuhan perkembangan budaya Banten dalam panggung sejarah, yang dapat digolongkan dalam beberapa fase berikut:
1) Fase pra-sunda (1400-1525)
2) Fase awal penyebaran Islam (1525-1619)
3) Fase keseimbangan kekuatan
4) Fase penguasaan VOC/ Belanda
5) Fase surut dan jatuhnya Kesultanan Banten
6) Fase Mutakhir.
c. Peradaban Islam Sunda
Beberap unsur peradaban yang diperkenalkan Islam kepada masyarakat sunda dapat kita ketahui dari Babad Banten dan Babad Cirebon, khususnya menyangkut kasus pembangunan dan pengembangan kota dan system pemerintahan. Dua kota tersebut (banten dan Cirebon) pada masa pra-Islam masih merupakan dua desa nelayan yang sangat tidak berarti. Namun setelah dibangun oleh kedua Raja Islam, Cirebon dan Banten, berkembang menjadi kota Metropolitan. Sebuah orientasi baru yang dipelopori oleh Sultan Cirebon dan Banten ialah mengubah peranan kota pelabuhan yang tidak berarti menjadi kota pusat perdagangan yang besar.
d. Islam dalam kehidupan masyarakat Jawa
Masyarakat tradisional memerlukan dan menciptakan berbagai mitos. Mitos berfungsi baik sebagai upaya legitimasi terhadap keadaan berkesinambungan yang tidak berubah (status quo), dan mungkin pula sebagai apologi kegagalan mereka mencapai keadaan yang dicita-citakan.
Beberapa contoh gambaran berbagai Mitos Jawa pada masa lalu, yang beberapa diantaranya masih relevan pada masa sekarang.
1) Banyak anak banyak rezeki
2) Makan atau tidak yang penting kumpul
3) Ratu Adil
4) Kharisma Kiai
e. Kebudayaan Islam Aceh
Pengamatan terhadap bukti-bukti Arkeologi di Aceh menunjukan bukti kuat bahwa budaya masyarakat wilayah tersebut tersebar luas di banyak wilayah Indonesia. Salah satu bukti penting dari hal tersebut adalah ditemukanya batu nisan aceh dibeberapa wilayah di Indonesia. Menarik diperhatikan, meski agak sedikit unik bahwa temuan batu nisan yang ada di luar Aceh disebut sebagai “batu Aceh” atau “nisan Aceh”, tidak di identifikasi berasal dari daerah mana batu nisan tersebut ditemukan. Hal ini disebabkan penyebaran batu nisan Aceh merupakan salah satu bentuk budaya, dimana kemajuan kebudayaan Aceh telah di serap kelompok masyarakat non-Aceh.
Beberapa bentuk Nisan Aceh :
Nisan merupakan salah satu bagian atribut pemakaman Islam. Dalam system pemakaman ini, aspek penting yang menjadi perhatian utama kajian arkeologis adalah bentuk dan arsitektur makam.
a) Bentuk gabungan sayap-bucrane
b) Bentuk persegi panjang dengan hiasan kepala kerbau
c) Bentuk bundar (Silindrik)
5) Seni budaya lokal sebagai bagian dari tradisi Islam
Untuk strategi pengembangan Islam di Indonesia, kita perlu mempunyai visi ke depan. Karena budaya menyentuh seluruh aspek dan cara pandang, sikap hidup serta aktualisasinya dalam kehidupan manusia. Jika demikian, jelaslah perjalanan sejarah hubungan antara Islam sebagai agama dan budaya lokal yang melingkupinya serta adanya landasan hukum. Selain itu gerakan cultural lebih integrative dan massal sifatnya.sehubungan dengan hal ini kita patut mencontoh Sunan Kalijaga dalam menyebarkan Islam di Tanah Jawa.
6) Pandangan Islam terhadap budaya lokal
Islam adalah agama yang berkarakteristik universal, dengan pandangan hidup (weltanchaung) mengenai persamaan, keadilan, takaful, kebebasan, dan kehormatan serta memiliki konsep yang humanistic (kemanusiaan) sebagai nilai inti (core value) dari seluruh ajaran Islam. Bukti bahwa Islam memiliki toleransi terhadap budaya lokal adalah terlihat ketika Budhha masuk ke Indonesia dengan membawa stupa. Islam tidak memindahkan simbol-simbol tersebut. Islam membawa bentuk kubah meski kini sudah ada penyesuaian bentuk.
Dalam hal penggunaan istilah-istilah yang di adopsi dari Islam, tentunya perlu membedakan mana yang “arabisasi” mana yang “islamisasi”.
* Begitu pula pengunaan kata salat sebagai ganti dari sembahyang (berasal dari kata ‘nyembah sang Hyang) adalah proses islamisasi bukannya arabisasi. Makna substansial dari salat mencakup dimensi individual-komunal dan dimensi peribumisasi nilai-nilai substansial ini ke alam nyata.
* Adalah naïf juga mengganti salam Islam “Assalamu’alaikum” dengan “ dengan “selamat pagi, siang, sore, maupun malam”. Sebab esensi do’a dan penghormatan yang terkandung dalam salam tidak terdapat dalam ucapan “selamat pagi” yang cenderung basa basi, selain salam itu sendiri memang di anjurkan oleh Allah swt. dan rasulnya.
Sejauh ini Islam di Indonesia dinilai lebih toleran terhadap budaya. Akibatnya, keislaman di Indonesia berbeda dengan yang berkembang di “pusat” pertumbuhan Islam. Kondisi ini memang menimbulkan banyak kesalahpahaman. Bagi sebagian pengamat, Indonesia di kategorikan sebagai “Islam yang jelek”. Kategori ini mendorong Nikki Keddie untuk meneliti sejauh mana perbedaan Islam yang berkembang di timur tengah dengan di Asia tenggara (Indonesia). Penelitian Keddie menemukan bahwa pada dasarnya Islam yang berkembang di Timur tengah tidak semuanya anti terhadap budaya lokal (budaya mistik). Di Kairo dan beberapa tempat lain didapatkan gejala yang serupa dengan di Asia tenggara (2000). Berarti islam yang bercampur dengan budaya local tidak khas si Indonesia, dan tidak menunjukkan sebagai islam yang jelek. Dalam konteks tradisi Islam dalam kekhalifahan Fatimiah di Mesir (abad ke-3/4 M), mistisisme sebagaimana di Indonesia juga berkembang luas.
Respons Al Qur’an bermuara pada dua kemungkinan, yakni mengkritik atau mengonfirmasi budaya lokal tersebut. Kritik dilakukan sepanjang budaya tersebut menistakan kehormatan manusia. Konfirmasi dilakukan sepanjang budaya tersebut menistakan kehormatan manusia. Konfirmasi diberikan pada budaya yang sejalan dengan cita-cita kemanusiaan.
Imam Syatibi merumuskannya secara sistematis dalam maqoshid al-syari’ah (tujuan syariat) di antaranya, menjaga dan memelihara kepentingan dan kemaslahatan manusia dan syariat agama diberlakukan untuk dipahami dan dihayati manusia, jadi, hubungan agama dan budaya terjadi dalam bentuk kritik dan mendukung, tidak semua budaya ditolak lantaran berasal dari kreasi manusia.
7) Melestarikan seni budaya lokal
Tak dapat dipungkiri bahwa faktor kemajuan peradaban dunia sebagai bentuk kemajuan berfikir umat manusia, tak salah apabila disebut bahwa umat manusia dewasa ini telah dihadapkan pada situasi yang serba maju, dan pemikiran yang kritis. Kemajuan itu banyak mengakibatkan perubahan disegala bidang kehidupan individu, keluarga, masyarakat, bernegara, maupun berbangsa.
Banyak di antara masyarakat itu menerima perubahan peradaban sebagai sesuatu yang lumrah sebagai sebuah proses yang harus dijalani, dimaklumi, dan kehadirannya senantiasa menimbulkan berbagai perubahan dalam praktiknya. Akibatnya, memaksa masyarakat budaya, mau tak mau atau sadar atau tidak sadar dihadapkan pada situasi yang sulit antara menerima perubahan peradaban itu ( karena tidak ingin dianggap kolot) atau menolak perubahan itu kendati pun di anggap kuno.
Globalisasi, sudah menjadi takdir dan arus derasnya sulit untuk dibendung dengan alat apapun. Ke depan, sudah terbentang luas, dimanakah kita berada? Apakah kita termasuk kelompok yang habis-habisan memuja budaya barat, unsur dominan globalisasi? Atau kita menyatakan perang terbuka terhadap budaya barat..Akibanya kearifan lokal berada pada pilihan ketiga, tetapi sayang ini justru pilihan yang sepi, buktinya, berjuta-juta orang Indonesia berduyun-duyun menolak atau menerima pengaruh barat secara habis-habisan. Begitu pula pada saudara-saudara kita lainnya (suku-suku lain), seperti jawa, suku-suku di sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan lainnya.
Kita sebagai pelajar harus mengkaji ulang bertanya kepada diri kita sejauhmana kecintaan dalam melestarikan kebudayaan nasional kita agar tidak mengalami pendangkalan makna terhadap kebudayaan nasional kita. Karena perkembangan zaman secara langsung menggeser budaya-budaya lokal. Berbagai peralatan digital, sangat mempengaruhi kepunahan budaya lokal. Dulu jika ada orang menabuh lesung, semua warga langsung berbondong-bondong menuju sumber suara tersebut, dan mereka dengan sendirinya akan bergantian untk menabuh lesung, sementara warga yang tidak memukul lesung langsung bergabung dengan rekan-rekannya yang lain untuk mengerjakan sesuau yang bermanfaat.
Budaya lokal, menyimpan banyak pesan, yang sudah tentu mudah dicerna dan dipahami, dan pesan-pesan yang disampaikan itu juga, membuat para warga saling mengerti, memahami, dan taat kepada norma-norma, baik norma adat maupun norma agama.
B. APRESIASI TERHADAP TRADISI DAN UPACARA ADAT KESUKUAN NUSANTARA
1. Pengertian Tradisi
Tradisi adalah adat kebiasaan turun temurun (dari nenek moyang) yang masih dijalankan di masyarakat. Umumnya tradisi ini memiliki kekhususan atau keunikan. Keunikan tersebut biasanya menjadi daya tarik tersendiri. Salah satu contoh tradisi ialah tradisi Lisan. Tradisi lisan merupakan salah satu jenis warisan kebudayaan masyarakat setempat yang proses pewarisannya dilakukan secara lisan.
Macam-macam tradisi lisan :
a. Ceria rakyat (legenda cerita ken arok, si kabayan, sang kancil, sangkuriang dll)
b. Bahasa rakyat (logat, dialek, (sunda lentong)
c. Sajak atau puisi rakyat ( sajak biasa, sinom, asmarandana, dll)
d. Peribahasa rakyat (ungkapan tradisional) seperti ungkapan telur di ujung tanduk dan peribahasa lainnya.
e. Nyanyian rakyat (folksong) misalnya : Cing Cangkeling (sunda), Rambate rata (Sulsel), dll.
2. Agama, tradisi, dan budaya
Ada berbagai pemahaman mengenai tahun datangnya Islam ke wilayah Nusnatara, tetapi yang jelas ia datang setelah agama besar yang lain seperti Hindu, Budhha datang. Akan tetapi, Islam bisa memperluas pengaruhnya di kawasan ini dengan sangat luas dan mendalam dibanding dua agama sebelumnya. Selain karena Islam mengajarkan kesetaraan dan pembebasan, juga karena strategi penyebarannya. Islam disebarkan melalui perangkat budaya dan bahkan warisan agama lama yang masih ada, yang kemudian di-Islamisasi.
a. Pembentukan Islam Nusantara
Sebagaimana sering disinggung dalam buku sejarah bahwa Islam datang ke Nusantara disiarkan oleh para saudagar dari Gujarat dan Kurdistan, bahkan dari Champa dan Cina, bukan langsung dari arab. Kenyataan ini sering di salah artikan, dianggap Islam yang datang ke nusantara tidak murni bahkan dekaden, karena tercemar oleh berbagai tradisi yang dilalui.
Demikian pandangan menyesatkan dari para orientalis dan akademisi pada umumnya. Sebaliknya dalam pandangan kelompok Ahlus Sunnah, Islam yang datang ke Nusantara melalui berbagai Negara tersebut merupakan Islam yang sangat matang, Islam yang sangat sudah berpengalaman dalam menghadapi berbagai budaya dan tradisi yang dilewati seperti tradisi Persia, India, Cina dll. Sehingga ketika masuk ke Nusantara mereka bisa menyusun strategi dakwah yang pas. Karena itu, hampir tidak ada konflik dalam penyiaran agama, bahkan agama baru ini bisa diterima diberbagai pusat kekuasaan.
Dalam penyiaran agama yang pertama kali perlu dikenali terlebih dahulu adalah adat masyarakat setempat. Demikian menurut Syekh Abdurauf Sinkel (syah kuala) memberi nasihat kepada para santrinya. Hakim Agung pada masa Sultan Iskandar Muda (1907) itu memang ulama yang ahli dalam budaya.tradisi itu kemudian dikembangkan oleh para muridnya antara Syekh Burhanudin Ulakan dalam menyiarkan Islam di Minangkabau, dengan membiarkan tradisi berkembang walaupun tradisi mereka bertentangan dengan syariat. Dengan dalih bahwa yang menjadi target hanya kelompok mudanya, dengan metode bermain. Dengan strategi itu, Islam Ahlus Sunnah yang bermazdhab Syafi’i ini berkembang pesat diranah Pagaruyung itu. Berbeda dengan beberapa kawannya yang menolak nasihat gurunya akhirnya di usir warga dan gagal menyiarkan Islam.
Bahkan sebelum abad ke-15, ketika Sunan Bonang dan Sunan Drajat pergi hendak berguru ke Mekkah, ia bertemu dengan ayahnya Maulana Maghribi di Pasai, Aceh, setelah berguru disana dan ilmunya dianggap cukup disarankan pulang untuk berguru di Jawa saja. Karena justeru mengenal tradisi lebih penting menyiarkan Islam.
Demikian juga di Kalimantan, Syekh Arsyad Al Banjari menyiarkan Islam dengan penuh bijaksana, begitu pula dengan Syekh Abdus Shamad Al Palimbangi di Sumatera selatan
atau Syekh Khatib Sambas di Kalimantan Barat.
Strategi dan tradisi mereka relative sama karena antar Ulama Ahlus Sunnah itu memiliki jaringan yang sama dan mereka bahu-membahu dalam mengembangkan ajarannya.
Para wali di Jawa juga berusaha memperkenalkan Islam melalui jalur tradisi, contoh wayang yang merupakan bagian dari ritual bisa di ubah menjadi sarana dakwah dan pengenalan ajaran tauhid. Mereka merasa aman dengan hadirnya Islam, karena Islam hadir tanpa mengancam tradisi, budaya, dan posisi mereka.
Kita saksikan juga para wali dan ulama di Sulawesi dan di Maluku, mereka menulis berbagai gubahan syair, tidak hanya mengenai ajara Islam, tetapi juga tentang tradisi. Berbagai naskah di tulis untuk mendekatkan masyarakat dengan ajaran Islam. Bahkan ajran Islam disesuaikan dengan kondisi local, sehingga mereka merasa tidak asing. Setelah itu, diperkenalkan Islam yang sesungguhnya. Langkah strategis itu menunjukkan keberhasilan yag luar biasa, sehingga para pemeluk agaa lama bersedia pindah ke Islam, karena Islam melindungi bahkan turut memajukan tradisi mereka.
Tradisi ini bukan tanpa pembenaran dari pusat Islam di Makkah. Dalam kenyataannya para ulama Nusantara banyak belajar dan bahkan mukim di Tanah suci. Mereka menjadi Imam dan syekh yang sangat terhormat di Haramaian, sehingga di datangi santri dari seluruh penjuru dunia. Dengan demikian, mereka tidak lupa mengemban tugas menjaga kelestarian Islam Nusantara. Setelah para santri belajar dengan berbagai ulama disana, mereka menyepuhkan (mematangkan) ilmunya dengan para ulama Nusantara, sehingga ketika kembali ke Nusantara tidak berbenturan dengan umat dan tradisi yang ada.
Para Alumni Mekah itu kemudian kembali membuat jaringan Islam Nusantara, mereka saling mengarang kitab dan saling mengajarkan di pesantren masing-masing. Misalnya kitab karangan Syekh Burhanuddin Ar-Raniri dikembangkan oleh Syekh Arsyad Al Bajari, kemudian kitab itu dicetak secara luas oleh Syekh Salim Al Fathani di Mekkah, dan di ajarkan pada muridnya di Patani, Brunei, Malaysia, dan Filipina.
b. Pemangku Islam Nusantara
Tradisi keagamaan dan keilmuan Nusantara itu dikembangkan di pesantren yang ada di Nusantara. Melalui jaringan keulamaan dan kepesantrenan itulah tradisi Islam Nusantara dikembangkan. Langkah ini membuat seluruh masyarakat Nusantara menjadi pendukung tradisi Islam Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang bermazdhab empat. Kalangan ini tidak ekslusif dan pasif. Terbukti ketika Portugis, Belanda, dan Inggris datang menjajah kawasan ini dengan system pendidikan Eropa dengan merongrong pendidikan lokal, maka kalangan Ulama pesantren dengan tegas mempertahankan system pendidikan mereka sendiri. Pesantren bersikap non-kooperatif, menolak segala bentuk kerja sama dengan kolonial untuk melegitimasi penjajahannya. Dari pendidikan pesantren itulah jaringan keilmuan Nusantara berkembang semakin intensif, sehingga bisa mengatasi segala tekanan kolonial, bahkan akhirya bisa menjadi basis perlawanan terhadap penjajahan.
Untuk merespon berbagai perkembangan yang ada di masyarakat, baik karena berkembangnya tingkat pemikiran masyarakat, adanya pengaruh kuat dan kebangkitan nasional, maupun menghadapi tantangan kolonialisme, kalangan pemangku Islam Nusantara yang lekat dengan tradisi ini berkembang secara luas di kawasan Nusantara dan Indonesia khususnya, menghimpun diri dalam berbagai organisasi.
§ Masyarakat Islam Sumatera Barat mendirikan Persatuan Tarbiyah, masyarakat Aceh,
§ Sumatera Utara mendirikan Al Washilah
§ Masyarakat Jawa mendirikan Nahdlatul Ulama,
§ Masyarakat Sulawesi mendirikan Darud Dakwah wal Irsyad
§ Masyarakat Nusa Tenggara mendirikan Nahdlatul Wathon
§ Masyarakat Sulawesi-Maluku mendirikan Al Akhirat, dan masih banyak lagi
Mereka itulah pendukung dan penyangga Islam Nusantara yang militan hingga saat ini. Penghimpunan ini penting terutama oleh Wahabi yang menguasai Mekkah tahun 1924-1925 mengusir mukmin Nusantara yang ada di Mekah. Kelompok ini tercerai-berai sehingga mereka terpaksa sebagian kembali ke tanah air dan menghimpun dalam bentuk organisasi untuk mempertahankan paham keagamaan mereka.
Islam jenis ini tidak hanya membawa keamanan, tetapi turut memberikan kontribusi besar bagi tumbuhnya peradaban Nusantara. Berbagai seni Arsitektur, seni sastra (filsafat), budaya, dan berbagai ekspresi kebudayaan yang lain. Ekspresi keislaman ini yang membedakan keislaman Nusantara ini yang membedakan keislaman Nusantara dengan Islam di timur tengah dan Islam Maghribi pada umumnya.
Beginilah kondisi Islam Nusantara sebagaimana dirintis dan dikembangkan oleh wali dan para ulama terdahulu, penting untuk dikukuhkan kembali agar Islam kembali menjadi agama yang dekat dan akrab dengan masyarakat Nusantara. Selain itu, system pendidikan pesantren yang merupakan system pendidikan khas Nusantara merupakan system pendidikan paling penting dalam proses ini. Dengan adanya pondok pesantren, maka Islam Nusantara tetap berkembang. Di pesantren itulah nilai-nilai kesusastraan diwariskan dan di ajarkan. Hingga saat ini, hanya di pesantren syalaf yang tetap mengajarkan berbagai kitab klasik (kitab kuning) dan melahirkan ulama-ulama besar. System ini tidak bisa digantikan oleh pendidikan modern seperti sekolah.
c. Karakter Dasar Islam Nusantara
Islam nusantara disebut sebagai sesuatu yang unik karena memiliki karakter khas yang membedakan Islam di daerah lain, karena perbedaan sejarah dan perbedaan latar belakang geografis dan latar belakang budaya yang dipijaknya. Selain itu, Islam yang datang kesini juga memiliki strategi dan kesiapan tersendiri.
§ Pertama, Islam datang dengan mempertimbangkan tradisi, tidak dilawan tetapi mencoba diapresiasi kemudian dijadikan sarana pengembangan Islam
§ Kedua, Islam datang tidak mengusik agama atau kepercayaan apapun, sehingga bisa hidup berdampingan dengan mereka
§ Ketiga, Islam datang memilih tradisi dan diterima sebagai agama
§ Ke empat, Islam menjadi agama yang mentradisi, sehingga orang tidak bisa meninggalkan Islam dalam kehidupan mereka.
d. Makna Keberadaan Islam Nusantara
Hadirnya Islam Nusantara ini memiliki pengaruh besar dan mendalam terhadap kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Ditandai antara lain,
§ Pertama, dengan kuatnya hubungan agama dengan tradisi dan bumi yang dipijak (tanah air) maka sejak awal Islam ini gigih menolak kehadiran imperialisme atau penjajahan bangsa asing.
§ Kedua, sejak awal Islam Nusantara turut aktif dalam membela kemerdekaan, mendirikan Negara termasuk ikut menyusun konstitusi yang bersifat nasional dan tetap berpijak pada agama dan tradisi, sehingga lahirlah Pancasila sebagai konsesus bersama menjelang bangsa ini merdeka.
§ Ketiga, dengan kecintaannya pada tradisi dan tanah air, Islam terbukti dalam sejarah tidak pernah memberontak terhadap pemerintah yang sah, karena pemberontakan ini di anggap penghianatan terhadap Negara yang telah di bangun bersama.
Salah satu kekuatan tradisi Sunni di Nusantara adalah kemampuannya membentuk Islam berkarakter moderat, toleran, dan akomodatif terhadap kebudayaan lokal. Seperti ditunjukkan pada kemunculan kesultanan Islam pertama di Indonesia, Pasai yang berkultur syi’ah hingga kehadiran wali songo di Jawa.
Hal inilah yang di lakukan oleh Syekh Burhanuddin Ulakan yang memperkenalkan tradisi “tabut” (perayaan asyura) dan “basapa” (berjalan) di pesisir barat Sumatera abad ke-17. Sementaran Syekh Jalaludin Al Aidid memperkenalkan tradisi “maudu lompoa” (Maulid Nabi yang agung) di daerah Makasar (kini di Cikoang, Takalar) pada abad ke-17.
Sementara di Bengkulu, perayaan Asyura’ ini dinamakan “tabot” berasal dari kata arab (tabut) yang secara harfiah berarti “kotak kayu” atau “peti”. Perayaan ini di gelar tabot tebuang (tabot terbuang). Seluruh tabot berkumpul dilapangan di arak menuju padang jati, dan berakhir di kompleks pemakaman umum karabela. Tempat ini menjadi lokasi acara ritual tabot terbuang karena disini dimakamkan Imam Senggolo (sebutan untuk Syekh Burhanuddin Ulakan), perintis tabot di Bengkulu. Kemudian bangunan tabot dibuang ke rawa-rawa yang berdampingan dengan makam, yang menandai berakhirnya segenap rangkaian upacara tabot. Syekh Burhanuddin wafat pada tahun 1680 dan dimakamkan di Ulakan, Pariaman. Ada pula yang menyebutnya di bengkulu. Peran beliau dilanjutkan oleh putera angkatnya, Syekh Abdurrahman dan Syekh Jalaludin.
10 Karakteristik Pribadi Seorang Muslim Sejati
10 Karakteristik Pribadi Seorang Muslim Sejati
Hasan Al Banna merumuskan 10 karakteristik muslim yang dibentuk didalam madrasah tarbawi. Karakteristik ini seharusnya yang menjadi ciri khas dalam diri seseorang yang mengaku sebagai muslim, yang dapat menjadi furqon (pembeda) yang merupakan sifat-sifat khususnya (muwashofat). Menurut beliau, karakter ini merupakan pilar pertama terbentuknya masyarakat islam maupun tertegaknya sistem islam dimuka bumi, kesepuluh karakter tersebut adalah:
Salimul Aqidah – Good Faith – Akidah yang Bersih
Bersih Akidahnya dari sesuatu hal yang mendekatkan dan menjerumuskan dirinya dari lubang syirik.
Shahihul Ibadah – Right Devotion – Ibadah yang benar
Benar Ibadahnya menurut AlQur’an dan Assunnah serta terjauh dari segala Bid’ah yang dapat menyesatkannya.
Matinul Khuluq – Strong Caharacter – Akhlak yang kokoh
Matinul Khuluq, Mulia Akhlaknya sehingga dapat menunjukkan sebuah kepribadian yang menawan dan dapat meyakinkan kepada semua orang bahwa Islam adalah rahmat bagi seluruh alam (Rahmatan Lil Alamin).
Qawiyul Jismi – Physical Power – Fisik yang kuat
Kuat Fisiknya sehingga dapat mengatur segala kepentingan bagi jasmaninya yang merupakan amanah/titipan dari Alloh SWT.
Mutsaqaful Fikri – Thingking Briliantly – Intelek dalam berpikir
Luas wawasan berfikirnya sehingga dia mampu menangkap berbagai informasi serta perkembangan yang terjadi disekitarnya.
Qodirun ‘alal Kasbi-Independent dari segi ekonomi
Mampu berusaha sehingga menjadikannya seorang yang berjiwa mandiri dan tidak mau bergantung kepada orang lain dalam memenuhi segala kebutuhan hidupnya.
Mujahidun linafsihi – Berjuang melawan hawa nafsu
Bersungguh sungguh dalam jiwanya sehingga menjadikannya seseorang yang dapat memaksimalkan setiap kesempatan ataupun kejadian sehingga berdampak baik pada dirinya ataupun orang lain.
Haritsun ‘ala waqtihi – Pandai menjaga waktu
Efisien dalam memanfaatkan waktunya sehingga menjadikannya sebagai seorang yang pantang menyiakan waktu untuk melakukan kebaikan, walau sedetikpun. karena waktu yang kita gunakan selama hidup ini akan dipertanggungjawabkan dihadapan Alloh SWT.
Munazhom Fii Su’unihi – Teratur dalam segala urusan
Tertata dalam urusannya sehingga menjadikan kehidupannya teratur dalam segala hal yang menjadi tanggung jawab dan amanahnya. Dapat menyelesaikan semua masalahnya dengan baik dengan cara yang baik.
Naafi’un Li Ghairihi – Bermanfaat untuk orang lain
Bermanfaat bagi orang lain, sehingga menjadikannya seseorang yang bermanfaat dan dibutuhkan. Keberadaannya akan menjadi sebuah kebahagiaan bagi orang lain dan Ketiadaannya akan menjadikan kerinduan pada orang lain.
Cinta dan kepribadian adalah dua kata yg tumbuh bersama dan sejajar. Makin kuat kepribadian kita, makin mampu kita mencintai dengan kuat. Semoga dengan kesepuluh karakter tersebut dapat menjadi motivasi kita untuk menjadi sosok muslim/muslimah sejati di dunia dan akhirat. Aamiin Allahuma Aamiin.
orang orang yang di cintai ALLAH
18 ORANG-ORANG YANG DICINTAI ALLAH TA'ALA ..
1. At-Tawwabin; Orang-orang yang bertaubat
… Sesungguhnya ALLAH menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. (QS. Al-Baqarah [2]: 222)
2. Al-Mutathohirin; Orang-orang yang suka bersuci /menjaga wudhu
… Sesungguhnya ALLAH menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. (QS. Al-Baqarah [2]: 222)
3. Al-Muqsithin; Orang-orang yang adil
… sesungguhnya ALLAH menyukai orang-orang yang adil. (QS. Al-Maa’idah [5]: 42)
4. Al-Muttaqin; Orang-orang yang taqwa
… maka sesungguhnya ALLAH menyukai orang-orang yang bertakwa. (QS. Al-Imran [3]: 76)
5. Al-Muhsinin; Orang-orang yang suka berbuat kebaikan
(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. ALLAH menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (QS. Ali ‘Imran [3]: 134)
6. Al-Mutawakilin; Orang-orang yang bertawakal kepada ALLAH
Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada ALLAH. Sesungguhnya ALLAH menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-NYA. (QS. Ali ‘Imran [3]: 159)
7. As-Shobirin; Orang-orang yang sabar
ALLAH menyukai orang-orang yang sabar. (Ali ‘Imran [3]: 146)
8. Orang-orang yang mengikuti Rasul
Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai ALLAH, ikutilah aku, niscaya ALLAH mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” ALLAH Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Ali ‘Imran [3]: 31)
9. Orang-orang yang berperang di jalan ALLAH.
Sesungguhnya ALLAH menyukai orang yang berperang dijalan-NYA dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh. (QS. Ash-Shaff [61]: 4)
10. Orang-orang yang tidak suka mengeluarkan kata-kata yang keji, berpikir mandiri, sabar dan rajin melakukan sholat malam.
Imam al-Baqir as berkata, ”Sesungguhnya ALLAH mencintai orang yang (apabila) bersenda gurau tidak mengeluarkan kata-kata yang keji, yang berpikir mandiri, selalu bersabar (apabila) sendirian, dan suka melakukan shalat malam”
11. Orang-orang yang hatinya senantiasa sedih namun tetap bersyukur kepada ALLAH subhana wa Ta'ala .
Imam Ali Zainal ‘Abidin as berkata, ”Sesungguhnya ALLAH mencintai setiap hati yang selalu merasa sedih, dan setiap hamba yang selalu bersyukur”
12. Orang-orang yang memiliki sifat malu (al-hayya’) dan santun (al-halim)
Rasulullah saw. bersabda, ”Sesungguhnya ALLAH mencintai orang yang memiliki sifat malu, orang yang senantiasa santun, orang yang selalu menjaga kesucian dirinya (‘afif) , dan orang yang enggan berbuat keji (muta’afiffah)”
13. Orang-orang yang rajin sholat malam, bersedekah, dan tidak takut mati di jalan ALLAH.
Rasulullah saw bersabda, ”Tiga macam orang yang ALLAH ‘Azza wa Jalla mencintai mereka yakni mereka yang senantiasa bangun di malam hari (untuk mengerjakan shalat malam) lalu membaca Kitab ALLAH (Al-Qur’an), mereka yang senang bersedekah dengan tangan kanannya sambil menyembunyikannya dari tangan kirinya, dan mereka yang mengalahkan dan mengusir musuhnya dalam perang sementara kawan-kawannya menyerahkan diri kepada musuh”
14. Orang-orang yang saling mencintai di jalan ALLAH, bersilaturahiim dan bertawakkal kepada ALLAH.
Di dalam hadits Mi’raj diriwayatkan bahwa ALLAH ‘Azza wa Jalla telah berfirman, ”Wahai Muhammad! Wajib bagi-KU mencintai orang-orang yang saling mencintai di jalan-KU, dan wajib bagi-KU mencintai orang-orang yang saling berkasih sayang di jalan-KU, dan wajib bagi-Ku mencintai orang-orang yang suka bersilatur-rahim di jalan-Ku, dan wajib bagi-KU mencintai orang-orang yang senantiasa bertawakkal kepada-KU…”
15. Orang-orang yang mencintai amal yang diwajibkan kepadanya.
ALLAH Tabaraka Ta’ala berfirman, ”Tiada yang lebih Aku cintai dari seorang hamba-KU daripada kecintaan sang hamba kepada apa yang telah Aku wajibkan baginya”
16. Orang-orang yang mampu meredam kemarahannya dengan santun.
Rasulullah saw bersabda, ”Wajiblah kecintaan ALLAH atas orang yang marah tetapi ia mampu meredam kemarahannya dengan santun”
17. Orang-orang yang banyak mengingat mati.
Rasulullah saw bersabda, ”Barangsiapa yang banyak mengingat kematian niscaya ALLAH mencintainya”
18. Orang-orang yang mencintai apa yang dicintai ALLAH dan Rasul-NYA, dan membenci apa yang dibenci ALLAH dan Rasul-NYA.
Seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah saw, ”Aku ingin sekali menjadi orang yang dicintai ALLAH dan Rasul-NYA”. Rasulullah saw pun berkata, ”Cintailah apa yang dicintai ALLAH dan Rasul-NYA, dan bencilah apa yang dibenci oleh ALLAH dan Rasul-NYA”
Ya Allah,
Ampunilah semua dosa-dosa kami, baik sengaja atau pun tidak, berkahilah kami, ramahtilah kami, berikanlah kami hidayah-Mu agar kami senantiasa dekat kepada-Mu hingga akhir hayat.
Aamiin ya Rabbal'alamin
1. At-Tawwabin; Orang-orang yang bertaubat
… Sesungguhnya ALLAH menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. (QS. Al-Baqarah [2]: 222)
2. Al-Mutathohirin; Orang-orang yang suka bersuci /menjaga wudhu
… Sesungguhnya ALLAH menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. (QS. Al-Baqarah [2]: 222)
3. Al-Muqsithin; Orang-orang yang adil
… sesungguhnya ALLAH menyukai orang-orang yang adil. (QS. Al-Maa’idah [5]: 42)
4. Al-Muttaqin; Orang-orang yang taqwa
… maka sesungguhnya ALLAH menyukai orang-orang yang bertakwa. (QS. Al-Imran [3]: 76)
5. Al-Muhsinin; Orang-orang yang suka berbuat kebaikan
(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. ALLAH menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (QS. Ali ‘Imran [3]: 134)
6. Al-Mutawakilin; Orang-orang yang bertawakal kepada ALLAH
Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada ALLAH. Sesungguhnya ALLAH menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-NYA. (QS. Ali ‘Imran [3]: 159)
7. As-Shobirin; Orang-orang yang sabar
ALLAH menyukai orang-orang yang sabar. (Ali ‘Imran [3]: 146)
8. Orang-orang yang mengikuti Rasul
Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai ALLAH, ikutilah aku, niscaya ALLAH mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” ALLAH Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Ali ‘Imran [3]: 31)
9. Orang-orang yang berperang di jalan ALLAH.
Sesungguhnya ALLAH menyukai orang yang berperang dijalan-NYA dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh. (QS. Ash-Shaff [61]: 4)
10. Orang-orang yang tidak suka mengeluarkan kata-kata yang keji, berpikir mandiri, sabar dan rajin melakukan sholat malam.
Imam al-Baqir as berkata, ”Sesungguhnya ALLAH mencintai orang yang (apabila) bersenda gurau tidak mengeluarkan kata-kata yang keji, yang berpikir mandiri, selalu bersabar (apabila) sendirian, dan suka melakukan shalat malam”
11. Orang-orang yang hatinya senantiasa sedih namun tetap bersyukur kepada ALLAH subhana wa Ta'ala .
Imam Ali Zainal ‘Abidin as berkata, ”Sesungguhnya ALLAH mencintai setiap hati yang selalu merasa sedih, dan setiap hamba yang selalu bersyukur”
12. Orang-orang yang memiliki sifat malu (al-hayya’) dan santun (al-halim)
Rasulullah saw. bersabda, ”Sesungguhnya ALLAH mencintai orang yang memiliki sifat malu, orang yang senantiasa santun, orang yang selalu menjaga kesucian dirinya (‘afif) , dan orang yang enggan berbuat keji (muta’afiffah)”
13. Orang-orang yang rajin sholat malam, bersedekah, dan tidak takut mati di jalan ALLAH.
Rasulullah saw bersabda, ”Tiga macam orang yang ALLAH ‘Azza wa Jalla mencintai mereka yakni mereka yang senantiasa bangun di malam hari (untuk mengerjakan shalat malam) lalu membaca Kitab ALLAH (Al-Qur’an), mereka yang senang bersedekah dengan tangan kanannya sambil menyembunyikannya dari tangan kirinya, dan mereka yang mengalahkan dan mengusir musuhnya dalam perang sementara kawan-kawannya menyerahkan diri kepada musuh”
14. Orang-orang yang saling mencintai di jalan ALLAH, bersilaturahiim dan bertawakkal kepada ALLAH.
Di dalam hadits Mi’raj diriwayatkan bahwa ALLAH ‘Azza wa Jalla telah berfirman, ”Wahai Muhammad! Wajib bagi-KU mencintai orang-orang yang saling mencintai di jalan-KU, dan wajib bagi-KU mencintai orang-orang yang saling berkasih sayang di jalan-KU, dan wajib bagi-Ku mencintai orang-orang yang suka bersilatur-rahim di jalan-Ku, dan wajib bagi-KU mencintai orang-orang yang senantiasa bertawakkal kepada-KU…”
15. Orang-orang yang mencintai amal yang diwajibkan kepadanya.
ALLAH Tabaraka Ta’ala berfirman, ”Tiada yang lebih Aku cintai dari seorang hamba-KU daripada kecintaan sang hamba kepada apa yang telah Aku wajibkan baginya”
16. Orang-orang yang mampu meredam kemarahannya dengan santun.
Rasulullah saw bersabda, ”Wajiblah kecintaan ALLAH atas orang yang marah tetapi ia mampu meredam kemarahannya dengan santun”
17. Orang-orang yang banyak mengingat mati.
Rasulullah saw bersabda, ”Barangsiapa yang banyak mengingat kematian niscaya ALLAH mencintainya”
18. Orang-orang yang mencintai apa yang dicintai ALLAH dan Rasul-NYA, dan membenci apa yang dibenci ALLAH dan Rasul-NYA.
Seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah saw, ”Aku ingin sekali menjadi orang yang dicintai ALLAH dan Rasul-NYA”. Rasulullah saw pun berkata, ”Cintailah apa yang dicintai ALLAH dan Rasul-NYA, dan bencilah apa yang dibenci oleh ALLAH dan Rasul-NYA”
Ya Allah,
Ampunilah semua dosa-dosa kami, baik sengaja atau pun tidak, berkahilah kami, ramahtilah kami, berikanlah kami hidayah-Mu agar kami senantiasa dekat kepada-Mu hingga akhir hayat.
Aamiin ya Rabbal'alamin
Wanita Sholeha
Inilah wanita solehah
Wanita solehah adalah wanita yang memiliki kelembutan Khadijah, ketabahan Fatimah dan kecantikan Aisyah. Wanita ini kelihatan lemah lembut namun tak ada satu pria gagah yang mampu menjamahnya dengan kekerasan atau paksaan, semua ingin melindunginya karena hijabnya.
Wanita solehah adalah wanita yang menyembunyikan sorot tajam matanya dari tatapan dan saling menatap, tatapannya hanya seperlunya terbalut oleh sipu malu, tapi semua orang terpesona oleh tunduk matanya ini, semua takjub dan semua kagum, di mata manusia ia adalah pelita dan di mata ALLAH ia adalah mutiara. subhanallah…
Ia indah bukan karena cantik parasnya tapi cantik hatinya, jika siang ia berhijab dan jika malam jangan cari ia di kebisingan lampu-lampu sorot kota, atau di tengah kebisingan dunia karena ia berada di atas sajadah, meletakan kening beningnya dan memohon ampunan kepada ALLAH atas Riya, atas fitnah dan atas khayalan kaum Adam yang memujanya, matanya sembab karena takut kepada ALLAH jika kecantikannya telah menjadikannya tangan setan untuk menjadi penggoda karena pada naluri setiap wanita ingin dipuja.
Wanita solehah adalah wanita yang lugu namun tidak bodoh, pikirannya jernih karena diamnya adalah dzikir dan bicaranya adalah dakwah, ia tak pernah kehilangan arah karena Al Quran dan Hadits telah dijadikan dlm hidupnya sebagai GPS [global positioning system], setiap langkahnya ia niatkan untuk mencari ridho ALLAH, ujian dan bahagia dijadikannya ladang ibadah.
Wanita solehah adalah wanita yang memiliki kelembutan Khadijah, ketabahan Fatimah dan kecantikan Aisyah. Wanita ini kelihatan lemah lembut namun tak ada satu pria gagah yang mampu menjamahnya dengan kekerasan atau paksaan, semua ingin melindunginya karena hijabnya.
Wanita solehah adalah wanita yang menyembunyikan sorot tajam matanya dari tatapan dan saling menatap, tatapannya hanya seperlunya terbalut oleh sipu malu, tapi semua orang terpesona oleh tunduk matanya ini, semua takjub dan semua kagum, di mata manusia ia adalah pelita dan di mata ALLAH ia adalah mutiara. subhanallah…
Ia indah bukan karena cantik parasnya tapi cantik hatinya, jika siang ia berhijab dan jika malam jangan cari ia di kebisingan lampu-lampu sorot kota, atau di tengah kebisingan dunia karena ia berada di atas sajadah, meletakan kening beningnya dan memohon ampunan kepada ALLAH atas Riya, atas fitnah dan atas khayalan kaum Adam yang memujanya, matanya sembab karena takut kepada ALLAH jika kecantikannya telah menjadikannya tangan setan untuk menjadi penggoda karena pada naluri setiap wanita ingin dipuja.
Wanita solehah adalah wanita yang lugu namun tidak bodoh, pikirannya jernih karena diamnya adalah dzikir dan bicaranya adalah dakwah, ia tak pernah kehilangan arah karena Al Quran dan Hadits telah dijadikan dlm hidupnya sebagai GPS [global positioning system], setiap langkahnya ia niatkan untuk mencari ridho ALLAH, ujian dan bahagia dijadikannya ladang ibadah.
Selasa, 03 Maret 2015
17 cara teruji meningkatkan daya ingat otak dengan cepat
17 Cara Teruji Meningkatkan Daya Ingat Otak dengan Cepat
1. Visualisasikan Ingatan Tersebut dengan Gambar
Yah, kebetulan kemarin hal ini sempat diteliti di University of Helsinki. Sekiranya Anda mengingat suatu informasi, bersamaan dengan suatu gambar, maka akan memudahkan otak Anda untuk memanggil ingatan tersebut kembali. Itu sebabnya, kadang orang lebih inget isi komik yang ia baca, daripada text book biasa ya kan? Hehehe! Dan, itu pula sebabnya, data dalam infographic lebih mudah teringat, daripada data pada layout biasa.
2. Tulis!!
Serius, menulis ini sangat saya rekomendasikan nih! Karena, ketika menulis itu, kita jadi memiliki pengalaman. Dan, kita melibatkan lebih banyak indera. Jadinya, nempel di pikiran bawah sadar. Itu sebabnya, beda banget ketika saya membaca artikel-artikel produktivias seperti ini, dengan ketika saya sudah menuliskannya.
Ketika sudah ditulis, saya jadi sering otomatis teringet gitu. Kayak misalnya tentang artikel kenapa gagal, bagaimana agar konsisten, cara agar tidak menunda-nunda, dan sebagainya. Apalagi, ketika saya menulis buku, jadinya keinget terus. Yah, beneran otomatis deh ingetnya, meskipun tanpa niat. Itulah luar biasanya kalau sudah masuk ke pikiran bawah sadar.
3. Buat Kategorinya
Kalau Anda memang suka dan sudah menulis, buatlah kategorinya. Misal:
Ketika tidurlah, ingatan Anda akan tersimpan ke dalam gudang ingatan. Lagipula, saat tahap rapid eye movement (REM), otak akan mulai menyusun apa-apa yang telah terjadi di hari itu, kemudian mengkaitkannya dengan informasi terdahulu yang ada di otak Anda.
Itu sebabnya, ada sebuah penelitian yang dilakukan di University of California, bahwa kenapa kadang orang tua itu lebih mudah lupa, sedangkan anak-anak lebih bagus daya ingatnya ketika belajar. Karena, kerap orang tua itu tidak tidur siang, sedangkan anak-anak tidur siang.
Kesimpulannya, terletak di kecukupan tidurnya itu, bukan di tidur siangnya. Meski memang setiap orang itu bisa memiliki waktu tidur cukup yang berbeda-beda, tergantung gaya hidupnya.
Serius, menulis ini sangat saya rekomendasikan nih! Karena, ketika menulis itu, kita jadi memiliki pengalaman. Dan, kita melibatkan lebih banyak indera. Jadinya, nempel di pikiran bawah sadar. Itu sebabnya, beda banget ketika saya membaca artikel-artikel produktivias seperti ini, dengan ketika saya sudah menuliskannya.
Ketika sudah ditulis, saya jadi sering otomatis teringet gitu. Kayak misalnya tentang artikel kenapa gagal, bagaimana agar konsisten, cara agar tidak menunda-nunda, dan sebagainya. Apalagi, ketika saya menulis buku, jadinya keinget terus. Yah, beneran otomatis deh ingetnya, meskipun tanpa niat. Itulah luar biasanya kalau sudah masuk ke pikiran bawah sadar.
3. Buat Kategorinya
Kalau Anda memang suka dan sudah menulis, buatlah kategorinya. Misal:
- Kalau Anda suka pakai aplikasi evernote, pocket, feedly, blog, dan sebagainya, berikanlah kategori setiap konten.
- Ketika Anda nyimpen file, rapihkanlah dalam folder. Atau bisa juga ketika Anda menulis di binder, pisahkanlah kategori setiap kertas dalam beberapa lembar. Seperti halnya membaginya dalam kategori diary, agenda to-do list, keuangan, ilmu, coret-coretbrainstrom, dan sebagainya.
- Ketika Anda beres-beresin Kamar, pisahkan barang-barang elektronik, barang-barang konsumsi, barang-barang yang tidak sering dipakai, dan lain sebagainya.
Ketika tidurlah, ingatan Anda akan tersimpan ke dalam gudang ingatan. Lagipula, saat tahap rapid eye movement (REM), otak akan mulai menyusun apa-apa yang telah terjadi di hari itu, kemudian mengkaitkannya dengan informasi terdahulu yang ada di otak Anda.
Itu sebabnya, ada sebuah penelitian yang dilakukan di University of California, bahwa kenapa kadang orang tua itu lebih mudah lupa, sedangkan anak-anak lebih bagus daya ingatnya ketika belajar. Karena, kerap orang tua itu tidak tidur siang, sedangkan anak-anak tidur siang.
Kesimpulannya, terletak di kecukupan tidurnya itu, bukan di tidur siangnya. Meski memang setiap orang itu bisa memiliki waktu tidur cukup yang berbeda-beda, tergantung gaya hidupnya.
5. Ajarkan Orang Lain
Kalau cara ini, mirip seperti cara ke-2 di atas, yakni menulis. Tapi, ini lebih efektif lagi, dan lebih hebat lagi. Seperti yang dipaparkan Mas Fikry diHot.YukBinsis.com. Itu sebabnya, seorang pengemban dakwah bisa otomatis mengeluarkan dalil, karena dia terbiasa menyampaikannya.
Itu sebabnya pula, seorang mentor, guru, dan dosen, serta seorang pemateri lainnya, bisa dengan mudahnya bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan, karena udah keseringan mengatakan hal tersebut. Hehehe!
6. Dengerin Mp3/Rekaman Audionya Sering-Sering
Ada kalanya Anda melakukan sesuatu, sambil melamun, karena memang aktivitas tersebut tidak perlu dilakukan sambil berpikir keras. Seperti halnya ketika mencuci pakaian, nyuci piring, beres-beresin kamar, nyapu, mandi, dan lain-lain.
Kadang, Anda sambil dengerin musik. Daripada musik, mending putar audio podcast, atau audio berilmu lainnya saja. Seperti halnya saya dan teman-teman, kerap memutar audio Mario Teguh, Ustadz Dwi Condro, tips marketing, dan lain-lain sebagainya.
Apalagi kalau diulang-ulang, lama-lama, besok-besok, jadi kayak otomatis gitu sering saya omongin. Sebagaimana tiba-tiba di jalan kita menyanyikan sebuah lagu, nah, saya sering, di jalan itu tiba-tiba menyampaikan materi apa yang disampaikan di audio tersebut. Hehehe! Serius, saya saranin bangetlah untuk praktekin satu materi ini. Soalnya beneran berhasil nempel banget gitu loh.
7. Jaga Jarak dengan Makanan yang Manis-Manis, Dekat-Dekat dengan Sayur-Sayuran Hijau
Cobalah Perhatiin teman-teman Anda yang suka ngemil makanan yang manis-manis, apalagi kalau jarang makan sayur-sayuran yang hijau dan buah-buahan. Mereka itu sering lupa-lupa gitu kan? Yah, coba pulalah Anda perhatiin orang-orang yang kena diabetes, notabene gula darahnya tinggi, mereka jadi gampang lupa.
8. Konsumsi Makanan yang Mengandung Nutri Bagus Buat Otak
Pernah dibahas pada artikel 10 Makanan Baik yang Bisa Meningkatkan Kinerja Otak Anda, seperti halnya coklat, blue berry, kacang, brokoli, telur, ikan, dan lain-lainnya. Karena makanan-makanan tersebut kaya akan omega, vitamin e, antioksidan, dan nutrisi-nutrisi lainnya yang memang bagus buat otak. Silahkan, bisa mulai Anda rutinkan dari sekarang untuk mengkonsumsinya.
9. Jauhi Maksiat
Pernah, suatu waktu imam Syafi'i mau pergi ke tempat gurunya, untuk nyetor PR. Kemudian, ketika tengah melewati Pasar, di depannya ada seorang perempuan yang tiba-tiba betisnya kelihatan karena pakaiannya tertiup angin. Lalu Imam Syafi'i pun beristighfar karena tidak sengaja.
Tiba-tiba, sesampainya beliau di tempat gurunya, hafalannya hilang satu Kitab! Yap, satu kitab! Kalau sekarang, seberapa sering kita melihat aurat? Wajarlah, nggak hafal-hafal Al-Qur'an kita. Ckckck..
10. Bermain Games Teka-Teki, Puzzle, dan Sebagainya yang Membuat Berpikir
Ada kalanya kita lelah menggunakan kepala kita ketika sedang belajar maupun bekerja. Kalau begitu, cobalah sejenak mainkan game teka-teki atau puzzlegitu. Anehnya, meskipun kita mengerahkan otak kita, tapi nggak begitu terasa memberatkan daripada pas kerja ya kan?
Yah, lagipula, otak kita itu kan laksana mesin. Mesin itu kan, kalau sering didiemin aja, nggak gerak-gerak, bisa bekarat dia. Sebaliknya, ketika mulai dipanaskan, kemudian digunakan, maka akan menjadi lebih lincah.
11. Nikmati Terus-Terusan
Apa yang ingin Anda ingat, buatlah tulisan atau gambarnya, kemudian cobalah tempel di suatu tempat yang sering Anda lihat. Ntah itu di meja belajar, di dinding, wallpaper smartphone, wallpaper laptop, dan lain-lainnya. Kalau ada bentuk audionya, jadiin juga sebagai ringtone SMS, telpon, dan alarm. Kalau ada bentuk videonya, rutinlah ngelihatnya. Misal, ketika sambil makan, yah, lumayalah dapet 5-10 menit. Terus, setiap hari pula nontonnya. Ini yang udah saya coba, dan berhasil.
12. Minta Bantuan Orang Lain, Untuk Ngingetin Anda
Kerahkan apa yang bisa Anda jadikan sebagai tanda pengingat Anda. Sekiranya dinding Kamar sudah, audio sudah, video sudah, buku sudah, jangan lupakan satu hal lagi, yakni, orang-orang di sekeliling Anda. Ini juga cara yang cukup efektif, seperti halnya minta ingatkan mereka untuk membangunkan kita., minta ingatkan kita untuk agenda selanjutnya, minta ingatkan kita tentang suatu peristiwa, dan lain-lainnya.
13. Ganti / Hias Tanda Pengingat Anda
Pernah lihat nggak Anda, di suatu tempat, di dekat pintu Kamar Mandinya ada tulisan, "Matikan lampu setelah menggunakan Kamar Mandi"? Kemudian coba Anda perhatiin, seberapa sering ada orang yang beneran mematikan lampu tersebut? Hehehe! Nggak jarang, malah keluar aja gitu dari Kamar Mandi, tanpa mematikan lampunya kembali. Kerap, kemungkinan, itu disebabkan karema mereka udah sering melihat peringatan tersebut. Jadinya, dicuekin.
Cobalah, Anda ganti tanda pengingat Anda, atau hias. Misal, kalau tadinya suka padang pengingat di wallpaper laptop, coba sekarang pasang di dinding Kamar. Atau kalau emang udah pasang di dinding Kamar, coba ganti warna kertas, atau warna, atau tulisan tersebut. Dan tanda-tanda pengingat lainnya, cobalah Anda ganti, atau hias kembali, sekiranya Anda mulai kerap mengabaikan tanda-tanda tersebut.
14. Jangan Multi-Tasking
Otak Anda memilki kapasitas tertentu. Kerahkanlah pikiran Anda untuk mengingat sesuatu dengan sebaik-baiknya, hingga optimal. Kemudian, kalau sudah, di lain waktu, baru kerahkan lagi untuk mengingat urusan lain sebaik-baiknya, dengan optimal. Daripada mengingat banyak hal dalam satu waktu, terus nggak ada yang optimal.
15. Jangan Panik, Jangan Melantarkan Si Akal
Proaktiflah, karena hal tersebut merupakan salah satu habit of highly effective people. Coba deh Anda perhatin, orang yang kerap panik terhadap suatu masalah, dia menjadi tidak seperti dirinya yang biasanya. Kemudian kadang dia malah melakukan hal-hal yang biasa tidak ia lakukan. Seperti halnya berbohong, kasar, menghina, dan lain-lainnya.
Kenapa, karena ketika kita fokus banyak menggunakan emosi, berarti kita mengecilkan peran akal. Sedangkan informasi terdahulu kita tersimpan di akal.
Terbukti, orang yang zuhud dengan benar, tidak begitu mudah marah, sedih, dan senang terhadap hal-hal duniawi, menjadi lebih mudah menyelesaikan suatu masalah, memikirkan sebab-akibat suatu peristiwa, dan menggunakan ingatannya untuk memanggil informasi terdahulu, lalu dipakai untuk menyelesaikan suatu masalah. Ini pula yang didapat dari beberapa aktivitas bermeditasi.
16. Olahraga
Salah satu yang membuat otak kita lebih mudah menghafal maupun mengingat kembali hafalan lama, adalah karena cukupnya supply oksigen di dalam otak. Dan salah satu cara tokcer untuk membuatsupply oksigen sampai ke otak, adalah dengan olahraga.
Malah ada sebuah penelitian yang dilakukan Dr. David Jacobs di University of Minnesota, mereka yang rutin olahraga, cenderung memiliki ingatan yang bagus. Bahkan, hingga ketika telah tua nanti.
17. Sarapan di Pagi Hari
Sarapan secukupnya telah terbukti meningkatkan kapasistas kinerja seseorang di pagi hari. Apalagi kalau disertai sayur-sayuran dan lauk-pauk yang pas, seperti halnya telur, ikan, brokoli, dan lain-lain.
Menurut Larry McCleary, M.D., author dari The Brain Trust Program, memang makan telur pada pagi hari itu termasuk sarapan yang ideal. Soalnya telur itu sangat berkhasiat, karena:
![]() |
Itu sebabnya pula, seorang mentor, guru, dan dosen, serta seorang pemateri lainnya, bisa dengan mudahnya bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan, karena udah keseringan mengatakan hal tersebut. Hehehe!
6. Dengerin Mp3/Rekaman Audionya Sering-Sering
Ada kalanya Anda melakukan sesuatu, sambil melamun, karena memang aktivitas tersebut tidak perlu dilakukan sambil berpikir keras. Seperti halnya ketika mencuci pakaian, nyuci piring, beres-beresin kamar, nyapu, mandi, dan lain-lain.
Kadang, Anda sambil dengerin musik. Daripada musik, mending putar audio podcast, atau audio berilmu lainnya saja. Seperti halnya saya dan teman-teman, kerap memutar audio Mario Teguh, Ustadz Dwi Condro, tips marketing, dan lain-lain sebagainya.
Apalagi kalau diulang-ulang, lama-lama, besok-besok, jadi kayak otomatis gitu sering saya omongin. Sebagaimana tiba-tiba di jalan kita menyanyikan sebuah lagu, nah, saya sering, di jalan itu tiba-tiba menyampaikan materi apa yang disampaikan di audio tersebut. Hehehe! Serius, saya saranin bangetlah untuk praktekin satu materi ini. Soalnya beneran berhasil nempel banget gitu loh.
7. Jaga Jarak dengan Makanan yang Manis-Manis, Dekat-Dekat dengan Sayur-Sayuran Hijau
Cobalah Perhatiin teman-teman Anda yang suka ngemil makanan yang manis-manis, apalagi kalau jarang makan sayur-sayuran yang hijau dan buah-buahan. Mereka itu sering lupa-lupa gitu kan? Yah, coba pulalah Anda perhatiin orang-orang yang kena diabetes, notabene gula darahnya tinggi, mereka jadi gampang lupa.
8. Konsumsi Makanan yang Mengandung Nutri Bagus Buat Otak
Pernah dibahas pada artikel 10 Makanan Baik yang Bisa Meningkatkan Kinerja Otak Anda, seperti halnya coklat, blue berry, kacang, brokoli, telur, ikan, dan lain-lainnya. Karena makanan-makanan tersebut kaya akan omega, vitamin e, antioksidan, dan nutrisi-nutrisi lainnya yang memang bagus buat otak. Silahkan, bisa mulai Anda rutinkan dari sekarang untuk mengkonsumsinya.
9. Jauhi Maksiat
Pernah, suatu waktu imam Syafi'i mau pergi ke tempat gurunya, untuk nyetor PR. Kemudian, ketika tengah melewati Pasar, di depannya ada seorang perempuan yang tiba-tiba betisnya kelihatan karena pakaiannya tertiup angin. Lalu Imam Syafi'i pun beristighfar karena tidak sengaja.
Tiba-tiba, sesampainya beliau di tempat gurunya, hafalannya hilang satu Kitab! Yap, satu kitab! Kalau sekarang, seberapa sering kita melihat aurat? Wajarlah, nggak hafal-hafal Al-Qur'an kita. Ckckck..
10. Bermain Games Teka-Teki, Puzzle, dan Sebagainya yang Membuat Berpikir
Ada kalanya kita lelah menggunakan kepala kita ketika sedang belajar maupun bekerja. Kalau begitu, cobalah sejenak mainkan game teka-teki atau puzzlegitu. Anehnya, meskipun kita mengerahkan otak kita, tapi nggak begitu terasa memberatkan daripada pas kerja ya kan?
Yah, lagipula, otak kita itu kan laksana mesin. Mesin itu kan, kalau sering didiemin aja, nggak gerak-gerak, bisa bekarat dia. Sebaliknya, ketika mulai dipanaskan, kemudian digunakan, maka akan menjadi lebih lincah.
11. Nikmati Terus-Terusan
Apa yang ingin Anda ingat, buatlah tulisan atau gambarnya, kemudian cobalah tempel di suatu tempat yang sering Anda lihat. Ntah itu di meja belajar, di dinding, wallpaper smartphone, wallpaper laptop, dan lain-lainnya. Kalau ada bentuk audionya, jadiin juga sebagai ringtone SMS, telpon, dan alarm. Kalau ada bentuk videonya, rutinlah ngelihatnya. Misal, ketika sambil makan, yah, lumayalah dapet 5-10 menit. Terus, setiap hari pula nontonnya. Ini yang udah saya coba, dan berhasil.
12. Minta Bantuan Orang Lain, Untuk Ngingetin Anda
Kerahkan apa yang bisa Anda jadikan sebagai tanda pengingat Anda. Sekiranya dinding Kamar sudah, audio sudah, video sudah, buku sudah, jangan lupakan satu hal lagi, yakni, orang-orang di sekeliling Anda. Ini juga cara yang cukup efektif, seperti halnya minta ingatkan mereka untuk membangunkan kita., minta ingatkan kita untuk agenda selanjutnya, minta ingatkan kita tentang suatu peristiwa, dan lain-lainnya.
13. Ganti / Hias Tanda Pengingat Anda
Pernah lihat nggak Anda, di suatu tempat, di dekat pintu Kamar Mandinya ada tulisan, "Matikan lampu setelah menggunakan Kamar Mandi"? Kemudian coba Anda perhatiin, seberapa sering ada orang yang beneran mematikan lampu tersebut? Hehehe! Nggak jarang, malah keluar aja gitu dari Kamar Mandi, tanpa mematikan lampunya kembali. Kerap, kemungkinan, itu disebabkan karema mereka udah sering melihat peringatan tersebut. Jadinya, dicuekin.
Cobalah, Anda ganti tanda pengingat Anda, atau hias. Misal, kalau tadinya suka padang pengingat di wallpaper laptop, coba sekarang pasang di dinding Kamar. Atau kalau emang udah pasang di dinding Kamar, coba ganti warna kertas, atau warna, atau tulisan tersebut. Dan tanda-tanda pengingat lainnya, cobalah Anda ganti, atau hias kembali, sekiranya Anda mulai kerap mengabaikan tanda-tanda tersebut.
14. Jangan Multi-Tasking
Otak Anda memilki kapasitas tertentu. Kerahkanlah pikiran Anda untuk mengingat sesuatu dengan sebaik-baiknya, hingga optimal. Kemudian, kalau sudah, di lain waktu, baru kerahkan lagi untuk mengingat urusan lain sebaik-baiknya, dengan optimal. Daripada mengingat banyak hal dalam satu waktu, terus nggak ada yang optimal.
15. Jangan Panik, Jangan Melantarkan Si Akal
Proaktiflah, karena hal tersebut merupakan salah satu habit of highly effective people. Coba deh Anda perhatin, orang yang kerap panik terhadap suatu masalah, dia menjadi tidak seperti dirinya yang biasanya. Kemudian kadang dia malah melakukan hal-hal yang biasa tidak ia lakukan. Seperti halnya berbohong, kasar, menghina, dan lain-lainnya.
Kenapa, karena ketika kita fokus banyak menggunakan emosi, berarti kita mengecilkan peran akal. Sedangkan informasi terdahulu kita tersimpan di akal.
Terbukti, orang yang zuhud dengan benar, tidak begitu mudah marah, sedih, dan senang terhadap hal-hal duniawi, menjadi lebih mudah menyelesaikan suatu masalah, memikirkan sebab-akibat suatu peristiwa, dan menggunakan ingatannya untuk memanggil informasi terdahulu, lalu dipakai untuk menyelesaikan suatu masalah. Ini pula yang didapat dari beberapa aktivitas bermeditasi.
16. Olahraga
Salah satu yang membuat otak kita lebih mudah menghafal maupun mengingat kembali hafalan lama, adalah karena cukupnya supply oksigen di dalam otak. Dan salah satu cara tokcer untuk membuatsupply oksigen sampai ke otak, adalah dengan olahraga.
Malah ada sebuah penelitian yang dilakukan Dr. David Jacobs di University of Minnesota, mereka yang rutin olahraga, cenderung memiliki ingatan yang bagus. Bahkan, hingga ketika telah tua nanti.
17. Sarapan di Pagi Hari
Sarapan secukupnya telah terbukti meningkatkan kapasistas kinerja seseorang di pagi hari. Apalagi kalau disertai sayur-sayuran dan lauk-pauk yang pas, seperti halnya telur, ikan, brokoli, dan lain-lain.Menurut Larry McCleary, M.D., author dari The Brain Trust Program, memang makan telur pada pagi hari itu termasuk sarapan yang ideal. Soalnya telur itu sangat berkhasiat, karena:
- Mengandung vitamin B yang bermanfaat untuk membantu sel-sel saraf ketika membakar glukosa
- Mengandung antioksidan yang bisa mencegah kerusakan neuron
- Mengandung asam lemak omega-3, yang bisa membantu sel-sel neuron bekerja dengan optimal
6 Langkah untuk menjaga kesehatan hati
6 langkah untuk menjaga kesehatan hati
Menurut spesialis penyakit hati, untuk mencegah kemunculan dan perkembangan penyakit hati, Anda harus memenuhi beberapa rekomendasi dariMethods Of Healing ini untuk memastikan gaya hidup yang lebih sehat, berikut 6 Langkah untuk menjaga kesehatan Liver:
1. Hindari konsumsi alkohol
Liver berfungsi untuk menyaring racun dari tubuh. Tapi, fungsi hati ini bisa terganggu bila Anda mengonsumsi alkohol, terutama dalam jumlah besar. Maka itu, stop konsumsi alkohol bila ingin liver Anda sehat.
Liver berfungsi untuk menyaring racun dari tubuh. Tapi, fungsi hati ini bisa terganggu bila Anda mengonsumsi alkohol, terutama dalam jumlah besar. Maka itu, stop konsumsi alkohol bila ingin liver Anda sehat.
2. Batasi konsumsi makanan tinggi lemak
Hindari makanan cepat saji untuk menjaga liver tetap dalam kondisi baik. Kontrol berat badan secara rutin, karena obesitas, seperti diabetes, bisa jadi pemicu penyakit hati. Perhatikan makanan Anda, jangan menyantap makanan sembarangan. Hal ini bisa mengurangi fungsi hati melalui akumulasi racun dan lemak dalam tubuh.
Hindari makanan cepat saji untuk menjaga liver tetap dalam kondisi baik. Kontrol berat badan secara rutin, karena obesitas, seperti diabetes, bisa jadi pemicu penyakit hati. Perhatikan makanan Anda, jangan menyantap makanan sembarangan. Hal ini bisa mengurangi fungsi hati melalui akumulasi racun dan lemak dalam tubuh.
3. Jangan berlama-lama berada di lingkungan beracun
Hati menyaring zat-zat berbahaya bagi tubuh. Tetapi, jika kapasitasnya sudah penuh, maka hati bisa tidak berfungsi untuk menjadi filter. Kurangi ekspos terhadap polutan umum seperti asap rokok atau asap cat.
Hati menyaring zat-zat berbahaya bagi tubuh. Tetapi, jika kapasitasnya sudah penuh, maka hati bisa tidak berfungsi untuk menjadi filter. Kurangi ekspos terhadap polutan umum seperti asap rokok atau asap cat.
4. Ikuti aturan hidup bersih
Rajin cuci tangan, terutama sebelum makan dan setelah makan atau setelah dari toilet. Jangan minum air dari peralatan yang digunakan orang asing, sebelum benar-benar mencucinya secara baik.
Rajin cuci tangan, terutama sebelum makan dan setelah makan atau setelah dari toilet. Jangan minum air dari peralatan yang digunakan orang asing, sebelum benar-benar mencucinya secara baik.
5. Melindungi diri terhadap virus hati
Untuk menghindari kontak dengan virus hati, Anda harus mengambil langkah-langkah tertentu untuk memproteksi diri dari benda-benda yang terinfeksi: seks aman, hindari tato, dan memakai narkotika suntik.
Untuk menghindari kontak dengan virus hati, Anda harus mengambil langkah-langkah tertentu untuk memproteksi diri dari benda-benda yang terinfeksi: seks aman, hindari tato, dan memakai narkotika suntik.
6.Pemeriksaan kesehatan secara teratur
Seringkali penyakit hati ditemukan secara tidak sengaja atau di saat Anda memeriksaan penyakit lain. Anda dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan di laboratorium setiap tahun untuk mengetahui kondisi hati sekaligus mendeteksi penyakit hati tahap awal.
Seringkali penyakit hati ditemukan secara tidak sengaja atau di saat Anda memeriksaan penyakit lain. Anda dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan di laboratorium setiap tahun untuk mengetahui kondisi hati sekaligus mendeteksi penyakit hati tahap awal.
Langganan:
Postingan (Atom)


